Video
VIDEO 8 Negara Pelajari Layanan Syariah di RSUDZA Banda Aceh
Di luar negeri, layanan ini umumnya hanya sebatas pengingat waktu salat, fasilitas tayamum, atau doa sebelum tindakan medis.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: T Nasharul
SERAMBINEWS.COM - Sebanyak delapan negara melakukan studi banding mengenai penerapan layanan syariah di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh pada Sabtu, (6/9/2025).
Rombongan yang berjumlah 34 orang tersebut berasal dari Malaysia, Filipina, Pakistan, Kenya, Ghana, Nigeria, Inggris, dan Arab Saudi.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Islamic Hospital Consortium (IHC) ke-20 yang dilaksanakan di Aceh.
IHC sendiri menjadi bagian dari Federation International Medical Association (FIMA), dengan Indonesia sebagai tuan rumah pada tahun ini.
Dalam rangkaian kegiatan, Majelis Upaya Kesehatan Indonesia (MUKISI) Aceh bersama RSUDZA menggelar simposium bertema “Empowering the Next Generation: Transforming Healthcare Through Innovation”.
Baca juga: Sentuhan Harmonis: Inovasi PIJOKSIN Dari Ruang Arafah 2 RSUDZA untuk Ibu, Bayi, dan Masa Depan
Para pembicara memaparkan perkembangan layanan kesehatan syariah di negara masing-masing, seperti Dr Ishak b Mas'ud dari Malaysia, Prof Dr Omar HK dari Arab Saudi, Dr Sherjan P Kalim dari Filipina, Dr Salisu Ismail dari Nigeria, Prof Dr Muhammad Zahid Latif dari Pakistan, Rehanah Sidiq dari Inggris, dan Dr Dadang Rukanta SpOT FICS MKes dari Mukisi Indonesia.
Ketua MUKISI Aceh, dr Teuku Yusriadi SpBA FIAPS mengatakan, layanan syariah di Indonesia dinilai memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan negara lain.
Di luar negeri, layanan ini umumnya hanya sebatas pengingat waktu salat, fasilitas tayamum, atau doa sebelum tindakan medis.
Sementara itu, di Indonesia khususnya di RSUDZA, layanan syariah mencakup aspek yang lebih komprehensif, mulai dari penyediaan gizi halal, layanan laundry halal, hingga penggunaan bank syariah dalam transaksi keuangan.
Para peserta kegiatan juga diajak keliling rumah sakit untuk menyaksikan langsung penerapan layanan syariah di RSUDZA.
Baca juga: DPS BPJS Kesehatan Sosialisasi Implementasi Layanan Syariah Program JKN di Aceh
Rumah sakit ini menjadi rumah sakit pemerintah pertama di Indonesia yang mengantongi sertifikasi syariah, dengan penerapan sistem pengawasan khusus melalui Dewan Pengawas Syariah dan Komite Syariah.
Selain itu, manajemen rumah sakit dijalankan sesuai prinsip syariat Islam, mulai dari tata kelola sumber daya manusia, sumber pembiayaan, hingga layanan pasien berbasis gender.
Dokter Teuku Yusriadi mengatakan, saat ini baru tiga rumah sakit di Aceh yang memiliki sertifikasi syariah, yaitu RSUDZA, RS Meuraxa Banda Aceh, dan RS Ibnu Sina Aceh Besar.
Mukisi Aceh mendorong agar rumah sakit di kabupaten/kota lain segera menerapkan layanan serupa.
Dorongan ini juga ditujukan kepada Pemerintah Aceh untuk mengeluarkan Instruksi Gubernur, sehingga seluruh fasilitas kesehatan di provinsi tersebut dapat tersertifikasi syariah dengan RSUDZA sebagai rumah sakit percontohan.
| VIDEO AS Ingin Caplok Greenland, Militer Denmark Sahkan Tembak Pasukan AS Ditempat |
|
|---|
| VIDEO Rusia Akhirnya Kerahkan Kapal Perang Usai Kapal Berbendera Moskow Disita AS |
|
|---|
| VIDEO Banjir Kepung 10 Kecamatan di Aceh Timur, Warga Terpaksa Mengungsi |
|
|---|
| VIDEO - Detik-detik Puting Beliung Hantam Terminal 1 Bandara Juanda, Warga Panik |
|
|---|
| VIDEO - Aliansi Mahasiswa Se-Aceh Gelar Aksi, Tuntut Status Bencana Nasional |
|
|---|