Persiraja 1 vs 3 PSIS Semarang, Lini Bawah Jadi Sorotan
Hasil minor itu didapat Lantak Laju usai ditekuk PSIS Semarang, 3-1, di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (18/9/2021) sore
BANDA ACEH - Persiraja Banda Aceh gagal meraih poin pada pekan ketiga kompetisi Liga 1 Musim 2021. Hasil minor itu didapat Lantak Laju usai ditekuk PSIS Semarang, 3-1, di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (18/9/2021) sore. Usai kebobolan tiga gol, lini bawah Persiraja langsung jadi sorotan.
Seperti diketahui, dari tiga pertandingan yang sudah dijalani Persiraja musim ini, Fakrurazi Kuba sudah kebobolan tujuh gol. Kondisi itu sangat berlawanan dengan musim lalu. Ya, pada musim 2020, dalam tiga pertandingan awal, Kuba menjadi kiper yang belum dibobol. Namun, musim ini dia menjadi kiper yang banyak kebobolan.
Gagal menambah poin menyebabkan posisi Lantak Laju di klasemen sementara langsung melorot. Bila pada pekan sebelumnya sukses bercokol ke peringkat ke-7, kini Defri Rizki dkk harus turun ke urutan ke-11 di bawah Persela Lamongan dan Persebaya Surabaya. Tiga tim ini sama-sama mengoleksi tiga angka.
Bagi PSIS Semarang, tambahan tripoin memantapkan posisi mereka di puncak klasemen sementara dengan tujuh angka. Kondisi itu juga tak lepas dari hasil duel Bali United versus Persib Bandung yang berakhir imbang 2-2. Kini, PSIS, Persib, Bali United dan Bhayangkara FC sama-sama mengantongi tujuh poin.
Kebobolan tiga gol membuat Pelatih Persiraja, Hendri Susilo, mengevaluasi lini belakang yang selama ini diawaki Leo Lelis, M Robby, dan Kuba. Dua gol Hari Nur Yulianto dan gol penalti Jonathan Cantilana di menit 53 berhasil membawa Laskar Mahesa Jenar menuju puncak klasemen sementara.
Sebenarnya, Persiraja sempat berhasil membuat posisi imbang, setelah Paulo Henrique meggetarkan gawang PSIS yang dijaga Jandia Eka lewat sundulannya pada menit 66. Namun, tiga menit kemudian, karena tidak rapatnya lini belakang PSIS kembali unggul.
Meski kalah, gol itu memiliki arti penting bagi Henrique. Satu gol ke gawang PSIS membuktikan dirinya sebagai salah satu striker paling tajam di Liga 1. Dalam perolehan gol, saat ini Henrique dan striker Bhayangkara, Ezequel N'duasell, sama-sama sudah mengoleksi empat gol.
Hendri Susilo dalam konferensi pers seusai pertandingan mengatakan, anak asuhnya memang tidak tampil maksimal. Pun begitu, ia tidak mau ambil pusing. Karena, menurutnya, dalam sepak bola, sebuah tim tidak mungkin selalu tampil stabil.
Menurutnya, saat ini masih di awal kompetisi dan akan banyak pertandingan yang akan dilalui ke depan. Sehingga, penampilan buruk Mukhlis Nakata cs akan menjadi bahan baginya untuk terus memperbaiki skuat. "Akan kita coba lagi dan lakukan persiapan yang matang, mudah-mudahan ke depan akan lebih baik. Pertandingan masih banyak dan kompetisi masih panjang," ujar pelatih kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, ini.
Hendri menyoroti lini belakang Persiraja. Menurut Hendri, lemahnya lini bawah karena hampir semua pemain di sisi belakang adalah pemain baru. Mereka baru bergabung dan baru beberapa bulan bermain bersama. Untuk diketahui, saat ini Persiraja mengandalkan Leo Lelis, M Robby, Rifaldi, Subhan Fajri, dan Zamzani di belakang. Hanya kiper yang masih diisi wajah lama, selain Kuba, masih ada Aji Bayu dan Rollas Divaio.
"Tak bisa dipungkiri, sektor belakang yang harus dievaluasi, tiga game kemasukan lebih dari enam gol. Ini menjadi menjadi PR yang berat, kita harus terus melakukan perbaikan. Tadi (kemarin-red) kita cuma bisa imbangi PSIS di babak pertama, setelah itu kita kehabisan tenaga," jelasnya.
Lebih lanjut Hendri mengungkapkan, kiper andalan Persiraja, Fakrurazi Kuba, juga tampil di bawah peforma yang sesungguhnya. "Saya nggak tau ya penampilan Kuba hari ini (kemarin-red), sebenarnya Kuba saat lawan Sleman sudah kelihatan (menurun), tapi hari ini dia di bawah peforma. Tapi, saya tidak menyalahkan Kuba, biasalah dalam sepak bola, ada hari bagus, dan mungkin hari ini adalah hari kurang bagus buat Kuba," ujar Hendri.
Jadi kiper dadakan
Dalam pertandingan itu, Kuba mengalami cedera pada menit 89 setelah berbenturan dengan Hari Nur Yulianto yang berakhir gol. Sehingga ia harus dibawa ke pinggir lapangan. Beruntung, kondisi mantan kiper PSAP Sigli dan Semen Padang itu tidak mengkhawatirkan.
Karena sudah melakukan tiga kali pergantian, Persiraja tidak bisa memasukkan pemain. Ramadhan pun mengajukan diri menjadi kiper dadakan di delapan menit sisa laga. Di sisi lain, Husnuzon juga mengawali debut setelah sekian lama dibekap cedera. (mun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pemain-psis-fredyan-wahyu-sugiyantoro-mengh.jpg)