Breaking News:

Taliban Jadi Target Ledakan, Sejumlah Roket Hantam Kawasan Dekat Kabul

Sejumlah ledakan di beberapa lokasi terpisah mengguncang Kota Jalalabad, Provinsi Nangarhar, Afghanistan, pada Sabtu (18/9/2021

Editor: bakri
AFP/Karim SAHIB
Anggota Taliban berdiri di pos pemeriksaan dekat gerbang bandara Kabul, Afghanistan, Minggu (12/9/2021) 

JALALABAD - Sejumlah ledakan di beberapa lokasi terpisah mengguncang Kota Jalalabad, Provinsi Nangarhar, Afghanistan, pada Sabtu (18/9/2021). Ledakan-ledakan tersebut dikabarkan menyasar kendaraan milik Taliban. Sedikitnya, dua orang tewas dan 19 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.

Melansir Dawn, serangan-serangan tersebut adalah ledakan mematikan pertama sejak pasukan asing meninggalkan Afghanistan. Seorang pejabat dari Departemen Kesehatan Provinsi Nangarhar kepada AFP mengatakan, tiga orang tewas dan 18 orang luka-luka akibat serangan tersebut. Sementara beberapa media lokal melaporkan bahwa ledakan tersebut menewaskan sedikitnya dua orang dan 19 lainnya luka-luka.

Jalalabad adalah ibu kota Provinsi Nangarhar, daerah pusat bagi kelompok ISIS-K di Afghanistan. ISIS-K mengaku bertanggung jawab atas ledakan di bandara Kabul yang menewaskan lebih dari 100 orang pada akhir Agustus lalu. Di lokasi ledakan terlihat satu mobil pikap warna hijau dengan bendera putih milik Taliban parkir  dekat puing-puing.

Serangan roket

Sementara itu, pada Kamis (16/9/2021) malam sekitar pukul 21.00 waktu setempat, sejumlah roket menghantam kawasan di dekat Kabul, Ibu Kota Afghanistan. Sejumlah media Afghanistan melaporkan, insiden itu terjadi dekat pembangkit listrik di Khair Khana, barat laut Kabul. Melansir Hidustan Times, belum ada laporan jatuhnya korban akibat serangan tersebut.

Beberapa media Afghanistan juga membagikan video serangan roket itu di media sosial. Aamaj News melaporkan bahwa tidak ada korban yang jatuh akibat serangan tersebut. Tapi, sejumlah properti milik warga setempat mengalami kerusakan akibat serangan roket.

Melansir Sputniknews, sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan roket tersebut. Sebagaimana dilansir Sputniknews, sejak Taliban merebut Kabul pada 15 Agustus 2021 lalu, situasi di Afghanistan masih dilanda ketegangan.

Serangan roket itu terjadi beberapa hari setelah Taliban mengumumkan pemerintahan sementara Afghanistan yang mereka bentuk. Bulan lalu, ketika upaya evakuasi masih berlangsung, sebuah ledakan bom bunuh diri terjadi di sekitar bandara Kabul. Serangan bom bunuh diri yang diklaim ISIS tersebut menewaskan lebih dari 160 orang termasuk tentara AS.

Setelah ledakan bom tersebut, AS melancarkan dua serangan di Afghanistan, salah satunya di Kabul. Taliban menegaskan bahwa mereka bakal memastikan tanah Afghanistan tidak digunakan untuk kegiatan teror. Pada Kamis (16/9/2021), Taliban dilaporkan menyita sebuah truk yang penuh dengan senjata dan amunisi menuju Pakistan. Penyitaan tersebut terjadi di tengah isu yang berkembang mengenai senjata-senjata peninggalan pasukan AS di Afghanistan sedang diselundupkan ke Pakistan.

Seperti diketahui, saat mayoritas pasukan asing meninggalkan Afghanistan, Taliban dengan cepat menduduki sejumlah wilayah di negara itu. Puncaknya, pada 15 Agustus 2021 lalu, Taliban berhasil merebut Kabul tanpa menembakkan peluru dan membuat mantan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, kabur ke luar negeri. Setelah berkuasa di Afghanistan, Taliban berjanji untuk memulihkan perdamaian dan keamanan di negara itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved