Sabtu, 25 April 2026

Internasional

Prancis Minta Maaf kepada Aljazair, Tragedi Perang Kemerdekaan Aljazair

Presiden Prancis Emmanuel Macron, Senin (20/9/2021) meminta maaf kepada warga Aljazair. Hal itu terkait perang kemerdekaan Aljazair, awalnya

Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengheningkan cipta saat menyampaikan pidato tentang perang kemerdekaan Aljazair di Istana Kepresidenan Prancis, Senin (20/9/2021). 

"Aku mendengarmu," katanya, menyerukan upaya rekonsiliasi bersama.

Ini adalah masalah yang sulit bagi Macron, yang telah berusaha menghadapi masa lalu kolonial Prancis, terutama di Aljazair.

Dimana, paling berharga dari bekas penaklukan luar negeri Prancis.

Di Aljazair, harki secara luas dipandang sebagai pengkhianat, dan luka dari era kolonial sangat dalam.

Warga Aljazair saat ini menginginkan permintaan maaf mereka sendiri dari Prancis atas tindakan selama perang.

Baru pada tahun 1999 Prancis secara resmi mengakui pertempuran delapan tahun yang mengakhiri 132 tahun kekuasaan Prancis di Aljazair adalah perang.

Jumlah sebenarnya orang Aljazair yang tewas dalam perang dan akibatnya tidak diketahui, karena banyak yang tidak pernah diidentifikasi.

Macron tidak memberikan rincian tentang reparasi untuk harki.

Baca juga: Arab Saudi Kirim Bantuan ke Aljazair, Atasi Dampak Kebakaran Mematikan

Pada tahun 2018, pemerintahnya menjanjikan 40 juta euro untuk para harki dan anak-anak mereka melalui pensiun dan bantuan lainnya, sebagai ganti rugi.

Pendahulunya, Francois Hollande, mengakui kesalahan negara terhadap para harki pada tahun 2016.

Kemudian Presiden Nicolas Sarkozy pada tahun 2012 mengakui kegagalan negara.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved