Kamis, 4 Juni 2026

Fakta Menarik Timor Leste, 250.000 Nyawa Melayang saat Konflik hingga Memisahkan Diri dari Indonesia

Timor Leste atau Republik Demokratik Timor Leste adalah negara pulau yang terletak di bagian timur Pulau Timor.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Kolase/Intisari
Sosok Jenderal Indonesia yang pernah Dituduh PBB melakukan kejahatan di Timor Leste. 

Namun, pihak FRETILIN mengambil peran semi-pemerintah yang menimbulkan polemik bagi partai-partai lain yang memiliki misi masing-masing.

2. Bagian dari Indonesia

Menteri Luar Negeri Australia Andrew Peacock (tengah) dengan Presiden Soeharto (kanan) bertemu di Jakarta 1976 jadi bukti dukungan buta Australia ke Indonesia untuk mencaplok Timor Leste dan kalahkan Fretilin
Menteri Luar Negeri Australia Andrew Peacock (tengah) dengan Presiden Soeharto (kanan) bertemu di Jakarta 1976 jadi bukti dukungan buta Australia ke Indonesia untuk mencaplok Timor Leste dan kalahkan Fretilin (via intisari)

Tak lama setelah itu, pasukan Indonesia datang pada 7 Desember 1975.

Pada 1976, Indonesia menyatakan jika Timor Leste menjadi bagian negara Indonesia sebagai Provinsi Timor Timur.

Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk melakukan pembangunan di Timor Leste, tetapi ada golongan yang tidak puas dan melakukan tindakan separatis.

Sebelumnya Indonesia melakukan perundingan dengan Portugis.

Bahkan, kedua negara membuat perjanjian referendum di Timor Leste pada 5 Mei 1999.

Perjanjian dua negara itu dikenal sebagai New York Agreement dengan adanya pengawalan masalah oleh PBB.

Kemudian dibentuk United Nations Mission in East Timor (UNAMET) pada 11 Juni 1999.

Baca juga: Timor Leste Pernah Minta Bantuan ke Indonesia, Namun Ditolak, Akhirnya Ditolong Negara Kecil Ini

Baca juga: Ribuan Anak Timor Leste Dibawa ke Indonesia selama Invasi, Kalistru: Saya Merindukan Orangtua

3. Memisahkan diri dari Indonesia

Pada 30 Agustus 1999, Timor Leste mengadakan jajak pendapat atau referendum untuk memilih melepaskan diri atau tetap bersama Indonesia.

Referendum ini didukung PBB yang juga mengakhiri konflik yang terjadi sebelumnya.

Adapun konflik berlatar belakang dengan kondisi rakyat Timor Leste yang hidup dalam konflik, kelaparan, hingga penyakit.

Tercatat, lebih dari 250.000 korban meninggal dari dampak tersebut.

Pada 31 Agustus 1999, penentuan pendapat untuk menentukan masa depan Timor Leste berlangsung lancar.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved