Jumat, 1 Mei 2026

Sepak Bola

FIFA Segera Gelar Pembicaraan dengan Pemimpin Sepak Bola, Piala Dunia Bakal Dua Tahunan

FIFA akhirnya mulai berbicara dengan klub sepak bola, liga, dan serikat pemain bulan ini. Hal itu menjadi langkah terbaru yang diumumkan Senin

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Pemilik New England Patriots Robert Kraft (kiri) dan Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara di lapangan sebelum pertandingan antara New England Patriots dan New York Jets di MetLife Stadium, Rutherford Timur, New Jersey, AS, Minggu (19/9/2021). 

SERAMBINEWS.COM ZURICH - FIFA akhirnya mulai berbicara dengan klub sepak bola, liga, dan serikat pemain bulan ini.

Hal itu menjadi langkah terbaru yang diumumkan Senin (20/92/210) dalam upayanya menyelenggarakan Piala Dunia putra setiap dua tahun sekali.

Dilansir AFP, Senin (20/9/2021), semua 211 anggota federasi juga telah diundang ke pembicaraan online pada 30 September 2021.

Menjadi bagian dari konsultasi tentang masa depan sepak bola tim nasional, termasuk Piala Dunia pria dua tahunan.

FIFA pertama kali meminta persetujuan bulan ini dari para pemain yang sudah pensiun.

Termasuk pemenang Piala Dunia yang pergi ke Qatar untuk konferensi dua hari, dan melakukan survei terhadap penggemar di negara-negara tertentu.

Baca juga: Jurgen Klopp Sebut FIFA Hanya Kejar Uang, Rencanakan Piala Dunia Dua Tahun Sekali

Rencana itu dikritik sebagai cacat oleh FIFPRO, serikat global untuk pemain aktif, yang sekarang akan mengadakan pertemuan dengan FIFA.

Sebuah fase baru konsultasi akan dimulai dengan organisasi yang mewakili pemain, klub, liga dan enam badan pengatur benua, kata FIFA dalam sebuah pernyataan.

Badan sepak bola Eropa UEFA telah memperingatkan dapat memboikot jika Piala Dunia bergerak dari siklus empat tahun menjadi dua tahun sekali

Rekannya dari Amerika Selatan, CONMEBOL juga menentang rencana itu.

Anggota mereka mendominasi Piala Dunia, tetapi bergabung kurang dari sepertiga dari 211 federasi yang memberikan suara.

FIFA berpendapat Piala Dunia dua tahunan akan memberi lebih banyak pemain dan tim kesempatan untuk bersaing dalam permainan yang bermakna.

Bahkan, akan meningkatkan bakat secara global, dan mengumpulkan lebih banyak uang untuk mendorong program pengembangan.

Oposisi atau penentang berfokus pada melemahkan daya tarik Piala Dunia, mendistorsi keseimbangan antara sepak bola domestik dan internasional.

Bahkan, membebani pemain dalam jadwal yang padat.

Baca juga: Liga Eropa Menentang Keras Rencana FIFA, Gelar Piala Dunia Dua Tahunan

Gengsi Piala Eropa UEFA dan Copa America CONMEBOL juga berisiko terpukul dengan memainkan lebih banyak Piala Dunia.

Debat Piala Dunia telah membayangi tinjauan yang sedang berlangsung terhadap Kalender Pertandingan Internasional yang dikelola FIFA.

Dimana mengamanatkan kapan klub harus melepas pemain ke tim nasional.

Kalender putra berakhir pada 2024 dan ada kesepakatan luas sistem saat ini sudah ketinggalan zaman.

Bahkan, mengharuskan pemain untuk melakukan perjalanan untuk pertandingan di jendela terpisah setidaknya empat kali selama musim domestik.

FIFA telah mengusulkan perampingan kalender dengan grup kualifikasi turnamen yang lebih kecil.

Sehingga, berpotensi memainkan semua pertandingan dalam satu blok pada bulan Oktober.

Kalender putri akan berakhir pada 2023, ketika Piala Dunia berikutnya akan diselenggarakan oleh Australia dan Selandia Baru.

Sepak bola wanita bisa dipenuhi bentrokan yang dipaksakan dengan digelarnya lebih banyak Piala Dunia pria, kata federasi sepak bola Jerman pekan lalu.

Baca juga: Wacana Piala Dunia 2 Tahun Sekali, 166 Federasi Mendukung dan 22 Menolak, Ini Sikap FIFA

Perubahan yang diusulkan FIFA dipimpin oleh Arsene Wenger.

Mantan pelatih Arsenal yang sekarang menjadi direktur pengembangan global untuk sepak bola dunia.

Dia telah menyarankan keputusan dapat dibuat pada Desember 2021.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved