Breaking News:

Berita Banda Aceh

Politisi Demokrat Tanggapi Soal Vaksin Siswa: jangan Ada Tindakan di luar Batas Kewajaran

"Tapi saya ingatkan, jangan ada tindakan yang di luar batas kewajaran dalam menyampaikan instruksi kepada bawahannya. Sehingga mengganggu psikologis

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Politisi Demokrat, Nurdiansyah Alasta. 

"Kita paham Pak Sekda Aceh mempunyai target dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh juga mempunyai target yang fundamental yang tidak boleh diintervensi," demikian Nurdiansyah Alasta.

Sebelumnya diberitakan, Kadisdik Aceh Drs Alhudri MM mengultimatum kepala sekolah SMA/SMK dan SLB agar menyegerakan melakukan vaksinasi siswa hingga batas terakhir 30 September 2021.

Apabila hingga batas waktu tersebut vaksinasi tidak mampu disukseskan, maka ia mempersilahkan kepala sekolah tersebut untuk mengundurkan diri.

"Ini saya tegaskan kepada kepala sekolah SMA, SMK dan SLB, jika tidak mampu maka saya persilahkan mundur saja," kata Alhudri di hadapan kepala sekolah SMA/SMK dan SLB saat mendampingi Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes di SMKN 2 Blang Kejeren, Kabupaten Gayo Lues, Minggu, (19/9/2021).

Baca juga: Komisi VI DPRA Minta Kadisdik Aceh Sosialisasi Vaksin dengan Bahasa yang Menuntun, Bukan Ultimatum

Alhudri menuturkan, persoalan vaksin adalah persoalan serius.

Bahkan Presiden Joko Widodo turun ke Aceh secara khusus, hanya untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi di Aceh.

Oleh karena itu, dia menekankan kepada kepala sekolah terutama wali kelas untuk melakukan berbagai upaya agar para siswa mau divaksin, kecuali bagi mereka yang memang tidak diizinkan secara medis.

Alhudri menuturkan, saat berkunjung ke daerah, dirinya sering ditanya oleh wali siswa bahkan oleh siswa sendiri,  mengenai kapan sekolah tatap muka akan dibuka kembali.

Namun, jika vaksin ini belum dilakukan secara merata para siswa maka sekolah tatap muka belum bisa dimulai.

"Karena kuncinya selain pakai masker, jaga jarak, adalah vaksin. Jika vaksinasi belum merata, maka sekolah tatap muka secara normal seperti sedia kala akan sudah dilakukan. Dulu belum bisa karena vaksinnya tidak ada, sementara saat ini sudah ada vaksin." kata Alhudri.

Baca juga: PGRI Aceh Tanggapi Polemik Kadisdik Soal Vaksinasi Siswa

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved