Rabu, 22 April 2026

Internasional

Senator Demokrat AS Kecam Patroli Perbatasan, Cambuk Migran Haiti

Dua senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat mengecam keras petugas Patroli Perbatasan yang mencambuk para migran Haiti.

Editor: M Nur Pakar
Twitter
Petugas Patroli Perbatasan mencambuk para migran Haiti yang mencoba masuk Amerika Serikat. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Dua senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat mengecam keras petugas Patroli Perbatasan yang mencambuk para migran Haiti.

Keduanya, Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) dan Ilhan Omar menilai tindakan itu sebagai noda negara dan pelanggaran hak asasi manusia

Ilhan Omar dari Minnesota mengatakan menemukan bukti di rekaman video agen Patroli Perbatasan yang menunggang kuda, seperti dilansir AP, Selasa (21/9/2021).

Dikatakan, petugas mencambuk para migran Haiti yang berusaha menyeberangi perbatasan AS-Meksiko sebagai pelanggaran hak asasi manusia.

"Ini adalah pelanggaran hak asasi manusia, jelas dan sederhana. Kejam, tidak manusiawi, dan pelanggaran hukum domestik dan internasional," cuit Omar.

Baca juga: Pasukan Keamanan Meksiko Selamatkan Migran yang Diculik di Hotel Kota Matehuala

"Ini membutuhkan koreksi dan penerbitan arahan yang jelas tentang bagaimana memproses pencari suaka secara manusiawi di perbatasan kita," tambahnya.

Menggemakan sentimen ini, Alexandria Ocasio-Cortez dari New York juga menggunakan Twitter untuk mengecam petugas Patroli Perbatasan.

"Tidak masalah jika Demokrat atau Republik adalah Presiden, sistem imigrasi kami dirancang untuk kekejaman dan dehumanisasi imigran," kata Ocasio-Cortez.

"Imigrasi seharusnya tidak menjadi penjahat dan kriminalisasinya adalah penemuan yang relatif baru yang jelas menjadi noda di negara kita," jelasnya.

Insiden itu terjadi selama akhir pekan di dekat Del Rio, Texas, ketika para migran Haiti berusaha menyeberangi Rio Grande.

Baca juga: Migran Menghadapi Kondisi Mengerikan di Perbatasan Polandia-Belarusia

Rekaman video dari Al Jazeera menunjukkan agen-agen yang menunggang kuda menggunakan kendali kuda sebagai cambuk.

Para agen menyerang para migran untuk mendorong mereka kembali, dengan satu agen berteriak:

"Inilah mengapa negara Anda kacau karena Anda menggunakan wanita Anda untuk ini."

Petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS tidak segera menanggapi permintaan komentar.(*)

Baca juga: VIDEO - Turki Kewalahan Tampung Migran Tambahan dari Afghanistan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved