Kamis, 30 April 2026

Berita Banda Aceh

Gubernur Dukung Upaya Pencarian Minyak di Lepas Pantai Aceh

Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT menyampaikan Pemerintah Aceh pada prinsipnya mendukung kegiatan hulu migas di Provinsi ini

Tayang:
Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus, Wakil Kepala BPMA dan KKKS Pertamina Hulu Rokan Zona 1 saat melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (21/9/2021) 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT menyampaikan Pemerintah Aceh pada prinsipnya mendukung kegiatan hulu migas di Provinsi ini, melalui adanya pemboran diharapkan akan meningkatkan investasi dan benefit lainnya bagi masyarakat.

“Pemerintah Aceh mendukung langkah yang di lakukan SKK Migas, BPMA dan KKKS dalam upaya melakukan pencarian minyak di lepas pantai Aceh.

Kami berharap pengeboran eksplorasi ini dapat berhasil dan menemukan cadangan migas yang baru.

Kami juga berharap agar BPMA dapat berperan menjadi katalisator dalam komunikasi bersama stakeholder dan pemangku kepentingan di daerah,” kata Nova Iriansyah saat menerima kunjungan perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), di Kantor Gubernur setempat, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Akhirnya Kapal Cepat Milik Pemkab Aceh Singkil Beroperasi, Pengelolaanya Dilakukan Pihak Ke-3

Dalam upaya mencari cadangan migas yang baru, SKK Migas bersama KKKS Wilayah Aceh terus bersinergi dengan pemangku kepentingan baik di level Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Terbaru, SKK Migas bersama KKKS Pertamina Hulu Rokan Zona 1 sudah melakukan koordinasi dan komunikasi bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur dan Lhokseumawe setelah awal tahun lalu juga berkoordinasi dengan Gubernur Aceh untuk menyampaikan rencana dan progress eksplorasi pengeboran 3 sumur NSO-R2, NSO-S2 dan NSO-XLLL di lepas pantai (offshore) yang berjarak sekitar 100 KM dari Lhokseumawe.

Sumur eksplorasi tersebut direncanakan mulai dibor pada akhir November 2021.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus dalam pertemuan tersebut menyampaikan SKK Migas dan KKKS khususnya di Provinsi Aceh sedang berusaha mencari cadangan migas yang baru untuk mendukung tercapainya target 1 Juta barel di tahun 2030 yang merupakan target dari Pemerintah.

Baca juga: VIDEO VIRAL Aksi Pencurian Sepeda di Rumah Warga Terekam Kamera CCTV

“SKK Migas bersama KKKS sedang gencar untuk melakukan eksplorasi untuk menambah cadangan migas, tahun ini Pertamina Hulu Rokan Zona 1  akan mengebor 3 sumur,” kata Rikky.

Ia melanjutkan tahun depan direncanakan Premier Oil Andaman Ltd yang akan melakukan pengeboran 1 hingga 2 sumur yang lokasinya berada di perbatasan laut NKRI .

Tentunya ini membutuhkan dukungan semua pihak. Sesuai ketentuan bahwa  KKKS yang akan melakukan pengeboran akan melaksanakan sosialisasi sebelum kegiatan baik di darat maupun laut. 

“Untuk Pertamina Hulu Rokan Zona 1 sudah dilaksanakan. Hal yang sama juga akan dilaksanakan oleh Premier Oil Andaman Ltd nantinya,” kata Rikky.

Sementara Wakil Kepala BPMA, Muhammad Najib menyampaikan juga siap mendukung upaya yang dilakukan Pertamina Hulu Rokan Zona 1 dalam mencari cadangan migas.

Baca juga: Pengerjaan Proyek Jalan Galus-Abdya Terus Dipacu, Saat Ini Mulai Ramai Pengendara Melintas

“Kami juga intens berkomunikasi dengan SKK Migas Sumbagut dalam memitigasi persoalan yang mungkin dihadapi, sehingga para investor dapat nyaman berinvestasi dan bekerja di Aceh.

BPMA siap menjadi katalisator bersama stakeholder daerah dalam menunjang keberhasilan operasi hulu migas di Provinsi Aceh,” kata Najib.

Upaya Mencari Cadangan Migas Baru

Tidak hanya Pertamina Hulu Rokan Zona 1, upaya mencari cadangan migas yang baru juga akan dilakukan oleh KKKS Premier Oil Andaman Ltd. 

Wilayah Kerja Andaman II terletak di daerah lepas pantai Laut Andaman Selatan di lepas pantai Aceh, Indonesia.

Wilayah Kerja Andaman II ini berada di laut lepas (offshore), sekitar 150 kilometer dari daratan Kabupaten Bireun dan Kota Lhokseumawe.

Semenjak beberapa tahun yang lalu, Premier Oil Andaman Ltd bersama SKK Migas telah melakukan koordinasi kepada berbagai stakeholder di Provinsi Aceh.

Baca juga: Senator Fachrul Razi Minta Menteri Kominfo Blokir Situs Judi Online dan Chip Higgs Domino di Aceh

Premier Oil Andaman akan melakukan pengeboran eksplorasi pada tahun 2022. 

Saat ini kegiatan yang baru dilakukan Premier Oil Andaman Ltd adalah persiapan pra pengeboran yakni multiclient 3rd party 3D seismic.

Beberapa Langkah-langkah persiapan terkait program pengeboran  secara intensif tengah dipersiapkan Premier Oil Andaman Ltd bersama tim teknis SKK Migas.

“Saat ini SKK Migas dan Premier Oil Andaman Ltd sedang dalam proses mempersiapkan rencana pengeboran yang akan dilaksanakan pada tahun 2022.

Sebelum pelaksanaan kegiatan pengeboran nantinya, kami bersama KKKS juga akan kembali mengupdate dan melakukan silaturrahmi dan sosialisasi kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat,” kata Kepala Departemen Humas SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison.

Baca juga: Jelang Lawan Persiraja Banda Aceh, Pelatih Persipura Berharap Pemain Asingnya Segera Pulih

Hal tersebut juga didukung Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, Ir Mahdinur MM mengatakan untuk kegiatan diatas 12 mil merupakan kewenangan pusat.

Namun demikian diharapkan dengan adanya kegiatan pengeboran ini daerah tetap mendapat perkembangan informasi melalui sosialisasi, sehingga Pemerintah Daerah dapat membantu memberikan dukungan  kelancaran  kegiatan dan memberi informasi kepada publik di Aceh. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved