Kisah Mahasiswi Anak Petani, Modal Nekat Merintis Bisnis di Tengah Pandemi
Terlahir dari keluarga sederhana, menjadi motivasi Sasmaini untuk bekerja keras. Dara yang lahir di sebuah desa pelosok di Bener Meriah
Terlahir dari keluarga sederhana, menjadi motivasi Sasmaini untuk bekerja keras. Dara yang lahir di sebuah desa pelosok di Bener Meriah ini sudah menekuni bisnis. Saat ini, gadis kelahiran 1998 itu masih aktif sebagai mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Unimal Lhokseumawe.
Sebagai mahasiswi, dirinya juga memulai usaha kecil-kecilan. Dampak pandemi selama dua tahun terakhir menyebabkan kesulitan di berbagai bidang, terutama perekonomian. "Mau tak mau, kita terpaksa melakukan segala cara demi bertahan hidup di tengah situasi seperti saat ini," cerita Imay–sapaan akrab Sasmaini--kepada Serambi, Senin (20/9/2021).
Imay menceritakan, berawal dari keinginan yang kuat untuk bangkit dari masa sulit. Ia memulai merealisasikan ide positifnya dengan memanfaatkan skill, hobi, serta bakat yang dimiliki. "Saat ini, sangat terasa kerasnya kehidupan di perantauan selama 7 tahun jauh dari keluarga. Sehingga, menjadikan saya harus lebih mandiri lagi," sebutnya.
Bermodalkan nekat membuat dirinya berani keluar dari zona nyaman. Meski sadar bahwa dirinya adalah seorang wanita yang harus menjalankan pendidikan sambil berwirausaha. Melihat kondisi kedua orang tua sebagai petani biasa yang hidup serba keterbatasan. "Semua itu tidak menyurutkan, dan tetap semangat membantu membiayai keempat adik yang masih semangat menduduki bangku pendidikan," kata anak pasangan Mursal dan Sabariah ini.
Ia mulai merintis usaha di bidang tata rias sejak tahun 2018 dengan bantuan dana dari program PMW Unimal. Seiring dengan berjalannya usaha tata rias tersebut, tangannya kembali ingin berkarya di bidang kuliner. Dia mulai meracik resep makanan kekinian. Hingga kini, kedua usaha tersebut masih berjalan dengan nama usaha tata rias 'Imay Wedding' dan kuliner 'Al-Maheera Fast Food'.
Saat ini, usaha yang sedang digelutinya adalah Potato Pom Pom (ayam, sosis, dan mozarella). Lalu, ada juga lumpia, bakso baper dan cumi, ayam serta ceker baper. “Untuk pesanan secara offline karena belum mengembangkan dengan sistem aplikasi online, dan untuk pemesanan di nomor 0853 5922 4336,” tutupnya.(zak)