Jumat, 24 April 2026

Internasional

Presiden Joe Biden Siap Bagikan 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 ke Seluruh Dunia

Presiden AS Joe Biden akan menggandakan pembelian vaksin Covid-19 Pfizer untuk dibagikan kepada seluruh dunia.

Editor: M Nur Pakar
AP
Presiden AS Joe Biden di Majelis Umum PBB 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Presiden AS Joe Biden akan menggandakan pembelian vaksin Covid-19 Pfizer untuk dibagikan kepada seluruh dunia.

Direncanakab, bisa sampai 1 miliar dosis vaksin Covid-19 dengan tujuan memvaksinasi 70% populasi global tahun depan.

Komitmen AS menjadi landasan KTT vaksinasi global yang diadakan Rabu (22/9/2021) di sela-sela Majelis Umum PBB.

Biden berencana mendorong negara-negara kaya untuk berbuat lebih banyak untuk mengendalikan virus Corona.

Para pemimpin dunia, kelompok bantuan dan organisasi kesehatan global semakin vokal tentang lambatnya vaksinasi global.

Selain ketidakadilan akses ke suntikan antara penduduk negara kaya dan miskin.

Pembelian AS, menurut dua pejabat senior administrasi Biden akan membawa total komitmen vaksinasi AS menjadi lebih dari 1,1 miliar dosis hingga 2022.

Baca juga: Presiden Jokowi Sampaikan Komitmen RI Hadapi Perubahan Iklim, Dalam Pertemuan Penuhi Undangan Biden

Setidaknya 160 juta dosis yang dipasok oleh AS telah didistribusikan ke 100 negara, mewakili lebih banyak sumbangan daripada gabungan seluruh dunia.

Pembelian terakhir hanya mencerminkan sebagian kecil dari apa yang diperlukan untuk memenuhi tujuan memvaksinasi 70% populasi global.

Selain 70% warga setiap negara pada pertemuan PBB September.

Ini menjadi target yang didorong oleh kelompok-kelompok bantuan global yang Biden akan tinggalkan.

Gedung Putih mengatakan Biden akan menggunakan KTT itu untuk menekan negara-negara lain.

Agar berkomitmen pada tingkat ambisi yang lebih tinggi dalam rencana pembagian vaksin mereka, termasuk tantangan khusus yang harus mereka hadapi.

Para pejabat mengatakan Gedung Putih akan secara terbuka merilis target untuk negara-negara kaya dan nirlaba setelah KTT berakhir.

Tanggapan Amerika telah mendapat kecaman karena terlalu sederhana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved