Berita Lhokseumawe
SKK Migas Sumbagut & Pertamina Temui Gubernur Aceh, BPMA, Kapolda dan Pangdam IM, Jelang Pengeboran
Kunjungan pertama, Senin (20/9/2021) dengan Kapolda Aceh, Gubernur Aceh, dan Badan Pengelola Migas Aceh ke masing-masing kantornya, Selasa (21/9/2021)
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Mursal Ismail
Kunjungan pertama, Senin (20/9/2021) dengan Kapolda Aceh, Gubernur Aceh, dan Badan Pengelola Migas Aceh ke masing-masing kantornya, Selasa (21/9/2021).
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 1 mengadakan kunjungan kehormatan dan silaturahmi.
Silaturahmi dengan para pemangku kepentingan di Aceh, Senin - Rabu, 20-22 September 2021.
Kunjungan pertama, Senin (20/9/2021) dengan Kapolda Aceh, Gubernur Aceh, dan Badan Pengelola Migas Aceh ke masing-masing kantornya, Selasa (21/9/2021).
Kemudian pada Rabu (22/9/2021) bertemu Pangdam Iskandar Muda (IM).
Kegiatan silaturahmi selama tiga hari ini Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus, didampingi Manager Senior Humas SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison.
Sedangkan dari Pertamina, General Manager Zona 1, Ani Surakhman, didampingi Senior Manager Relations Regional 1, Yudy Nugraha, Senior Manager Production & Project Zona 1, Muzwir Wiratama.
Kemudian Field Manager PHE NSO, Dirasani Thaib, dan Head of Comrel & CID Zona 1, Djulianto Tasmat.
Sejalan dengan protokol kesehatan yang berlaku, semua peserta yang hadir dalam kunjungan kehormatan kali ini sudah melakukan test PCR dengan hasil negatif.
Informasi ini sebagaimana disampaikan pihak PHE NSO lewat siaran pers kepada Serambinews.com, Kamis (23/9/2021).
Seperti diketahui, Aceh merupakan salah satu daerah penghasil migas di Indonesia.
Keberadaan Migas di Aceh merupakan bagian penting industri hulu migas di Indonesia.
Sejak beberapa dekade terakhir produksi KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) di wilayah Aceh cenderung turun.
Oleh karena itu, Pertamina sebagai perusahaan operator negara yang memegang Wilayah Kerja di darat atau lepas pantai offshore, terus berusaha mencari sumber cadangan-cadangan migas baru di Provinsi Aceh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kepala-skk-migas-sumbagut-rikky-rahmat-firdaus.jpg)