Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026

Berita Lhokseumawe

SKK Migas Sumbagut & Pertamina Temui Gubernur Aceh, BPMA, Kapolda dan Pangdam IM, Jelang Pengeboran

Kunjungan pertama, Senin (20/9/2021) dengan Kapolda Aceh, Gubernur Aceh, dan Badan Pengelola Migas Aceh ke masing-masing kantornya, Selasa (21/9/2021)

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Mursal Ismail
FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus, Wakil Kepala BPMA dan KKKS Pertamina Hulu Rokan Zona 1 melakukan foto bersama saat bersilaturahmi dan berkoordinasi dengan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, di Kantor Gubernur, Selasa (21/9/2021). 

Kunjungan pertama, Senin (20/9/2021) dengan Kapolda Aceh, Gubernur Aceh, dan Badan Pengelola Migas Aceh ke masing-masing kantornya, Selasa (21/9/2021). 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 1 mengadakan kunjungan kehormatan dan silaturahmi.

Silaturahmi dengan para pemangku kepentingan di Aceh, Senin - Rabu, 20-22 September 2021. 

Kunjungan pertama, Senin (20/9/2021) dengan Kapolda Aceh, Gubernur Aceh, dan Badan Pengelola Migas Aceh ke masing-masing kantornya, Selasa (21/9/2021). 

Kemudian pada Rabu (22/9/2021) bertemu Pangdam Iskandar Muda (IM).

Kegiatan silaturahmi selama tiga hari ini Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus, didampingi Manager Senior Humas SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison.  

Sedangkan dari Pertamina, General Manager Zona 1, Ani Surakhman, didampingi Senior Manager Relations Regional 1, Yudy Nugraha, Senior Manager Production & Project Zona 1, Muzwir Wiratama.

Kemudian Field Manager PHE NSO, Dirasani Thaib, dan Head of Comrel & CID Zona 1, Djulianto Tasmat. 

Sejalan dengan protokol kesehatan yang berlaku, semua peserta yang hadir dalam kunjungan kehormatan kali ini sudah melakukan test PCR dengan hasil negatif.

Informasi ini sebagaimana disampaikan pihak PHE NSO lewat siaran pers kepada Serambinews.com, Kamis (23/9/2021). 

Seperti diketahui, Aceh merupakan salah satu daerah penghasil migas di Indonesia.

Keberadaan Migas di Aceh merupakan bagian penting industri hulu migas di Indonesia.

Sejak beberapa dekade terakhir produksi KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) di wilayah Aceh cenderung turun. 

Oleh karena itu, Pertamina sebagai perusahaan operator negara yang memegang Wilayah Kerja di darat atau lepas pantai offshore, terus berusaha  mencari sumber cadangan-cadangan migas baru di Provinsi Aceh.

Pemerintah Provinsi Aceh mendukung kegiatan operasi industri hulu Migas oleh Pertamina di bawah pengawasan SKK Migas.

Dikutip dalam siaran pers itu bahwa Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam pertemuan ini mengatakan dirinya dan jajaran Pemerintah Aceh mendukung segala aktivitas kegiatan industri hulu migas yang dikelola Pertamina.

Nova berharap SKK Migas dan BPMA dapat berperan menjadi katalisator dalam komunikasi bersama stakeholder dan pemangku kepentingan di daerah.

Dengan demikian pengelolaan sektor Migas di Aceh dapat memberikan kontribusi yang semakin signifikan bagi masyarakat Aceh

"Selain itu, juga mendukung upaya pemerintah memenuhi kebutuhan energi Migas nasional,” kata Gubernur Aceh.  
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus, menyampaikan salam perkenalan sebagai Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut.

Menurutnya, SKK Migas bersama Pertamina sedang gencar melakukan eksplorasi untuk menambah cadangan migas, tahun ini Pertamina akan mengebor tiga sumur baru.

"Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan, sehingga operasi industri hulu migas di Provinsi Aceh dapat berjalan lancar. 

Industri hulu Migas masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. 

Oleh karena itu sangat membutuhkan kerja sama dan dukungan dari para pemangku kepentingan di Provinsi Aceh.

Tujuannya guna memastikan operasi dapat berjalan dengan aman dan lancar, sehingga ketahanan energi nasional tetap terjaga,” ungkap Rikky.

Rencana pengeboran 

Pada kesempatan ini, General Manager Zona 1, Ani Surakhman, menyampaikan rencana pengeboran (tajak) sumur eksplorasi NSO-R2 dan NSO-S2 di Wilayah Kerja (WK) North Sumatera Offshore (NSO) yang berada di Selat Malaka. 

Lepas pantai Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, pada akhir November 2021. 

“Pengeboran sumur eksplorasi NSO-R2 dan NSO-S2 adalah upaya Pertamina untuk mendapatkan cadangan baru, sehingga dapat mempertahankan operasi dan produksi di WK NSO secara berkelanjutan,” ujar Ani. 

Senior Manager Relations Regional 1, Yudy Nugraha, menyampaikan berkaitan dengan rencana ini, PHE NSO bersama SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) telah melakukan program sosialisasi ke berbagai pemangku kepentingan.

Di antaranya Bupati Aceh Timur, Bupati Aceh Utara, Wali Kota Lhokseumawe, Wali Kota Langsa, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) Langsa, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Langsa. 

Kemudian dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Langsa, serta tokoh masyarakat Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Lhokseumawe, dan Kota Langsa pada akhir Agustus lalu. (*)

 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved