Rabu, 6 Mei 2026

Internasional

Timur Tengah Berantakan, PBB Mulai Abaikan, Bagian Dunia Lainnya Terus Bergerak Maju

Wilayah Timur Tengah atau Jazirah Arab terus dihantui dengan perang berkepanjangan. Pemberontakan dan perang di dunia Arab bukan lagi menjadi agenda

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Puluhan bangunan hancur seusai ledakan di satu rumah di Jalur Gaza, Palestina, Kamis (22/7/2021). 

Putaran pertempuran terbaru antara Israel dan kelompok militan Hamas yang menguasai wilayah itu.

Lebih dari 4.000 rumah di Gaza hancur atau rusak parah dan 250 orang tewas, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil. Tiga belas orang tewas di Israel.

“Berapa banyak lagi rumah yang akan hilang?" kaat Raja Abdullah dari Jordania dalam pidato kepada Majelis Umum PBB.

Berapa banyak lagi anak yang akan mati sebelum dunia bangun?” tambahnya.

Sementara banyak pertemuan Majelis Umum PBB dalam 10 tahun terakhir ditandai dengan kesibukan diplomatik.

Untuk menemukan solusi politik untuk krisis di negara-negara Timur Tengah.

Tetapi, tidak satupun dari mereka menonjol, dalam pertemuan tahun ini di New York .

“Aktor Barat merasa kehabisan ide dan energi dalam hal memfokuskan perhatian tingkat tinggi untuk menempatkan kawasan ini pada jalur yang lebih baik," Barnes-Dacey.

Kombinasi kelelahan perang, kelelahan donor dan daftar panjang masalah dunia lainnya telah memaksa Suriah, Yaman dan konflik Timur Tengah lainnya ke kursi belakang.

Para pemimpin dunia tampaknya mengundurkan diri untuk hidup dengan negara-negara yang hancur dan terpecah di masa mendatang.

Dalam pidato pertamanya di hadapan Majelis Umum PBB pada Selasa (21/9/2021), Presiden Joe Biden tidak menyebutkan krisis yang melanda dunia Arab.

Biden berfokus pada isu-isu global pandemi Covid-19, perubahan iklim, ketegangan dengan China dan penarikan AS dari Afghanistan.

Karam, jurnalis Lebanon, mengatakan tim Biden memiliki tangan penuh antara Covid-19, keluar dari Afghanistan dan berputar ke Asia.

“Tetapi menghadapi risiko membiarkan krisis ini memburuk dan dipaksa turun tangan ketika menjadi di luar kendali atau menjadi ancaman bagi kepentingan AS,” katanya.

Namun, para analis mengatakan baik Eropa maupun Barat tidak dapat mengabaikan ledakan ekonomi yang terjadi di Timur Tengah.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved