Breaking News:

Invest In Aceh

Investasi di Aceh Tumbuh Positif, Didominasi Sektor Energi dan Konstruksi

Berdasarkan data sejak 2019 hingga 2021 kinerja investasi menunjukkan prestasi yang baik. Melebihi target yang ditetapkan dalam Rencana.....

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Serambi Podcast bersama DPMPTSP Aceh dengan tema “Membangun Soliditas Untuk Investasi Aceh” menghadirkan narasumber: Marthunis ST DEA (Kadis DPMPTSP Aceh), Mifthah Cut Adek (Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh), dipandu oleh host Mawaddatul Husna (Jurnalis Serambi Indonesia). Disiarkan secarang lansung di facebook serambinews-all fanpage serambi group dan Radio Serambi FM dari studio Harian Serambi Indonesia. Kamis, 23/09/2021. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Berdasarkan data sejak 2019 hingga 2021 kinerja investasi menunjukkan prestasi yang baik. Melebihi target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh 2017-2022. 

Pada 2019 dan 2020, realisasi investasi Aceh masing-masing sebesar Rp 5,8 triliun dan Rp 9,1 triliun. Sedangkan dalam target RPJMA, realisasi investasi di Aceh pada kedua tahun tersebut sebesar Rp 5,5 triliun dan Rp 6,05 triliun.  

Sementara untuk periode Januari-Juni 2021, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi di Aceh sudah mencapai Rp 6,49 triliun atau 97,58 persen melampaui target yang ditetapkan untuk tahun 2021. “Investasi di Aceh kalau kita lihat perkembangannya cukup menggembirakan sejak dua tahun terakhir pertumbuhannya positif dan juga signifikan. 

Mudah-mudahan berlanjut di tahun 2021,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Marthunis ST DEA, saat menjadi narasumber dalam Serambi Podcast dengan tema ‘Membangun Soliditas untuk Investasi Aceh’, yang disiarkan langsung melalui Radio Serambi FM 90,2 MHz dan Facebook Serambinews.com, Kamis (23/9/2021). 

Kegiatan yang dipandu Host, Jurnalis Serambi Indonesia, Mawaddatul Husna ini juga menghadirkan narasumber lainnya, Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek. 

Dikatakan, sekarang investasi yang tumbuh di Aceh didominasi oleh sektor energi dan konstruksi. Menurutnya, disatu sisi hal ini positif karena dengan adanya investasi di sektor energi maka ketahanan energi menjadi lebih baik.  “Sementara di konstruksi misalnya jalan tol konektivitas Aceh lebih baik. Hal itu akan meningkatkan daya saing investasi kita,” sebutnya.

Ditambahkan, sekarang fokus yang dilakukan bagaimana menarik industri yang ada disini hilirisasi sesuai juga dengan kebijakan ekonomi Aceh. “Beberapa kawasan industri yang sudah dibangun seperti Pelabuhan, KIA Ladong, KEK Arun akan kita manfaatkan untuk jadi yang menarik untuk investasi,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terkait beberapa kasus yang investor mengurungkan niatnya melanjutkan investasi di Aceh. Menurutnya, hal itu terjadi karena banyak faktor. Bisa jadi itu merupakan keputusan perusahaan, dengan berbagai faktor. “Kita berusaha untuk mereka jangan membatalkan investasi karena kesalahan kita. Kalau itu keputusan mereka kita tidak bisa apa-apa,” lanjutnya.

Selain sektor energi dan konstruksi, beberapa sektor lain yang dapat menjadi potensi investasi di Aceh, kata Marthunis yaitu perikanan, perkebunan, serta pertanian. Ada tiga tahapan dalam investasi itu, yaitu minat, rencana dan realisasi investasi. Tahap pertama merupakan upaya pencarian minat investasi dengan membangun citra image branding yang positif sebagai daerah yang aman dan layak berinvestasi.

Ia menjelaskan, kegiatan imej branding ini dilakukan untuk menarik minat calon investor melakukan usahanya di Aceh. Faktor keterbukaan masyarakat, ketersediaan tenaga kerja terampil, regulasi perizinan yang mudah dan efisien serta infrastruktur yang memadai merupakan syarat-syarat utama yang harus dimiliki oleh suatu daerah dalam menarik minat investor.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved