Breaking News:

Operasi Patuh Seulawah Polres Pidie, Melanggar Lalu Lintas, Tukar dengan Vaksinasi

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pidie menjaring ratusan pelanggar lalu lintas, khususnya pengendara roda dua dalam razia di depan Mapolres Pidie

Editor: bakri
DOKUMEN SATLANTAS POLRES PIDIE
Personel Lalulintas memeriksa kelengkapan surat-surat para pengendara sepeda motor di Mapolres Pidie, Kamis (23/9/2021). 

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pidie menjaring ratusan pelanggar lalu lintas, khususnya pengendara roda dua dalam razia di depan Mapolres Pidie, Kamis (23/9/2021). Anehnya, mereka yang melanggar tidak ditilang, justru dipersilakan masuk ke dalam lingkungan Mapolres, diberi minuman dingin dan ditawari vaksin.

CUT Murni (24) mengaku terkejut saat personel lalulintas mengarahkannya masuk ke dalam Mapolres Pidie. Apalagi pada Kamis (23/9/2021) hari itu dia tidak membawa surat izin mengemudi (SIM) dan juga tidak memakai masker.

"Saya terkejut pak. Lagi enak-enak naik motor, tiba-tiba saya diarahkan masuk Polres. Saya baru ingat saya tidak memakai masker dan membawa SIM,” katanya.

Tidak hanya Cut Murni, banyak pelanggar lalu lintas lainnya yang juga diarahkan masuk ke dalam Mapolres. Wajah-wajah mereka juga terlihat cemas. Para polisi terlihat sibuk memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan, serta kelengkapan protokol kesehatan (protkes).

Kecemasan Cut Murni dan para pengendara lainnya itu cukup beralasan. Karena memang biasanya pada operasi patuh pelaksanaan penertiban dan penindakan pelanggaran selalu diwarnai dengan tilang kendaraan.

Tetapi kecemasan itu seketika sirna. Alih-alih ditilang, mereka justru mendapat pelayanan istimewa. Para pelanggar justru diberikan kursi yang nyaman ditambah lagi dengan minuman dingin.

Kemudian kepada para pelanggar juga diberikan penyuluhan terhadap Covid-19 serta manfaat vaksin. Bagi yang belum melaksanakan vaksin Covid-19, mereka ditawarkan vaksinasi secara gratis.

“Saya kira akan di tilang, rupanya saya malah diberikan minuman dingin dan ditawarkan vaksin gratis," kata Cut Murni.

Kapolres Pidie, AKBP Padli SH SIK MH, melalui Kasatlantas Polres Pidie AKP Sandy Titah Nugraha SIK mengatakan, pada hari itu pihaknya menggelar program bertajuk ‘GARANSI’ (melanggar tukar vaksinasi).

Melalui program itu, Satlantas ingin melakukan edukasi ketertiban lalulintas juga tentang Covid-19. Menurut AKP Sandy Titah, hari itu, seketika antusias warga tak terbendung untuk divaksin. Sebanyak 278 orang bersedia mengantre vaksin.

"Sementara bagi yang sudah melaksanakan vaksinasi, mereka dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan kembali," kata Sandy Titah yang baru sehari berdinas sebagai Kasatlantas di Polres Pidie.

Menariknya, mereka yang antre untuk divaksin itu bukan hanya para pelanggar lalu lintas saja, tetapi ada warga yang datang khusus ke Mapolres untuk mendapatkan vaksinasi. Dia ikut antre bersama pelanggar lalu lintas lainnya.

Hal itu salah satunya dilakukan oleh Rubaiyah (58) yang tinggal di Desa Blang Asan, Kabupaten Pidie. Perempuan ini mengaku sengaja datang ke Mapolres Pidie setelah mendengar informasi dari tetangganya terkait kegiatan ‘GARANSI’ Satlantas Polres Pidie.

Dengan mengendarai roda dua, dia datang dan langsung menuju meja pendaftaran. "Saya sudah lama ingin vaksin pak, cuma mengantre. Ini mumpung ada kesempatan, saya langsung ikut, saya mendapat info dari tetangga tadi," ujarnya.

Tidak hanya menawarkan vaksinasi, Kasatlantas Polres Pidie, AKP Sandy Titah Nugraha SIK mengatakan, dalam kegiatan GARANSI ini pihaknya juga membagi-bagikan masker kepada pengendara yang masih belum tertib protokol kesehatan.

"Ada sekitar  437 masker dibagikan kepada pengendara yang melintas," sebutnya.

Sandy mengatakan, Satlantas Polres Pidie memberikan jaminan ‘GARANSI’ kesehatan bagi masyarakat Pidie. Melalui kegiatan itu, Polres Pidie ingin Kabupaten Pidie mewujudkan herd immunity melalui percepatan vaksinasi.

Kegiatan itu merupakan program wajib yang diperintahkan Presiden Jokowi dalam menggenjot vaksinasi di seluruh Indonesia. Sayangnya, Kabupaten Pidie masih berstatus PPKM Level 4 sehingga membutuhkan pendekatan dan tindakan anti maenstream dalam menggenjot vaksinasi bagi masyarakat Pidie ke depan.

"Salah satunya seperti program perdana inovasi kami ‘GARANSI’ yang kita lakukan ini," demikian Sandy Titah.(subur dani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved