Internasional
Perdana Menteri Israel Sebut Iran Telah Melewati Garis Merah Nuklir
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, Senin (27/9/2021) mengatakan Iran melewati semua garis merah program nuklir.
SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, Senin (27/9/2021) mengatakan Iran melewati semua garis merah program nuklir.
Dia bersumpah Israel tidak akan membiarkan Teheran memperoleh senjata nuklir.
Dalam pidato pertamanya di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Bennett mengatakan Iran berusaha mendominasi Timur Tengah di bawah payung nuklir.
Dia mendesak internasional yang lebih terpadu untuk menghentikan kegiatan nuklir Iran.
Namun dia juga mengisyaratkan potensi Israel untuk bertindak sendiri terhadap Iran, sesuatu yang telah berulang kali diancam di masa lalu.
Baca juga: Presiden Palestina Ancam Cabut Pengakuan Israel, Yahudi Tuduh Palestina Tolak Berdamai
"Program nuklir Iran telah mencapai titik kritis, dan begitu pula toleransi kami," kata Bennett.
"Kata-kata tidak menghentikan sentrifugal berputar," tambahnya.
Bennett, seorang politisi sayap kanan yang mengakhiri 12 tahun pemerintahan Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri pada Juni 2021.
Dia ingin Presiden AS Joe Biden mengeraskan pendiriannya terhadap Iran, musuh bebuyutan regional Israel.
Dia menentang upaya pemerintahan baru AS untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 yang ditinggalkan oleh pendahulu Gedung Putih Biden, Donald Trump pada 2018.
Baca juga: Israel Terus Pantau Iran, Angkatan Laut Dikerahkan ke Laut Merah
Pembicaraan tidak langsung AS-Iran di Wina terhenti ketika Washington menunggu langkah selanjutnya oleh presiden garis keras baru Iran, Ibrahim Rais.
Bennett memberikan nada yang kurang agresif di hadapan PBB dibandingkan Netanyahu.
Netanyahu sering mengandalkan alat peraga dan alat bantu visual untuk mendramatisasi tuduhannya terhadap Iran, sebuah pendekatan yang dicemooh kritikus.
Tetapi Bennett sama bersikerasnya dengan Netanyahu dalam janji melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencegah Iran.
Iran dipandang Israel sebagai ancaman eksistensial, membangun senjata nuklir.
Iran secara konsisten menyangkal sedang mencari bom.
Baca juga: Menteri Pertahanan Israel Tuduh Iran Beri Pelatihan Drone ke Milisi Asing
“Program senjata nuklir Iran berada pada titik kritis," kata Bennett.
"Semua garis merah telah dilewati, inspeksi diabaikan, ”kata Bennett.
"Mereka lolos begitu saja," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/2709perdana-menteri-israel-naftali-bennett.jpg)