Senin, 11 Mei 2026

Antar dan Tunggu Anak Ikut Tes CPNS hingga Tunda Makan Demi Buah Hati

Ibu empat anak ini mengungkapkan, ia selalu meluangkan waktu mendampingi semua buah hatinya mengikuti ujian, baik untuk masuk perguruan tinggi

Tayang:
Editor: bakri
ISTIMEWA
Seorang ibu asal Nagan Raya, Hj Hasanah bersama anaknya, Chayruel Wahied duduk ditangga hotel menunggu giliran mengikuti SKD CPNS Kejaksaan RI wilayah Aceh, Senin (27/9/2021) 

* Perjuangan Seorang Ibu dari Aceh Barat

Ibu empat anak ini mengungkapkan, ia selalu meluangkan waktu mendampingi semua buah hatinya mengikuti ujian, baik untuk masuk perguruan tinggi maupun seleksi CPNS seperti Chayruel Wahied.

"Semua anak saya, saya dampingi saat mereka ikut ujian. Tidak ada yang saya bedakan. Semua saya perlakukan sama. Mulai dari awal sampai mereka dapat pekerjaan," jelas Hasanah.

Hari ketiga pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kejaksaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2021 Wilayah Aceh, Senin (27/9/2021), menyimpan cerita menarik. Seorang ibu yang sudah tua terlihat mengantar dan menunggu anaknya hingga selesai mengikuti ujian itu bersama ratusan peserta lain di Hotel Amel Convention Hall, Gampong Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Tes itu sendiri berlangsung pada 25-30 September 2021.

Ibu dan anak tersebut adalah Hj Hasanah SPd (61) dan Chayruel Wahied (18), warga Gampong Peunaga Cut Ujong, Dusun Pemuda, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.  "Kami sampai ke lokasi ujian pukul 09.00 WIB. Anak saya ikut ujian sesi tiga (pukul 13.00-14.40 WIB)," kata Hasanah saat dijumpai Serambi, di lokasi seleksi, dua hari lalu.

Begitu tiba, Hasanah dan putranya duduk di tangga hotel tersebut untuk menunggu ujian sesi pertama dan kedua selesai. Momen kebersamaan ibu dan anak itu sempat diabadikan oleh Humas Kejati Aceh, H Munawal Hadi SH MH.

Saat tes sesi tiga dimulai, baru Hasanah masuk ke dalam hotel untuk mengantar anaknya Chayruel Wahied sampai ke ruang ujian. Setelah itu, Hasanah duduk di lobi hotel menunggu buah hatinya hingga selesai berjuang meraih mimpi.

Didampingi Humas Kejati Aceh, Serambi menjumpai dan mewawancarai Hasanah sekitar pukul 13.30 WIB. Ketika Serambi menanyakan apakah ia sudah makan, Hasanah menjawab, “Sudah tadi sebelum berangkat. Pukul 09.00." Lalu, Serambi bertanya lagi, Makan siang? "Belum," jawab Hasanah. 

"Kan sudah telat ini," timpal Serambi. "Saya tunggu anak saya dulu, baru kami makan bersama. Tadi banyak yang tawari saya makan, saya diam saja, saya tunggu anak saya dulu," jawab Hasanah. Mendengar jawaban ibu tersebut, Serambi kembali menayakan mengapa ia cepat sekali datang ke lokasi ujian? "Sekarang kita yang butuh kepada orang lain, maka kita harus datang cepat," ungkap Hasanah.

Pensiunan guru PKN di SMP Negeri 1 Kuala, Nagan Raya, ini kemudian bercerita tentang perjalanan mengantar anaknya untuk mengikuti tes CPNS di lingkungan Kejaksaan RI. Menurut Hasanah, ia berangkat dari rumah ke Banda Aceh bersama putranya Chayruel Wahied menggunakan sepeda motor (sepmor) pada Jumat (24/9/2021).

Mereka berangkat pagi hari dan baru tiba di Banda Aceh pada sore hari. "Dua kali kami berhenti di jalan, istirahat. Kami jalannya pelan-pelan. Kalau pergi dengan honda (sepeda motor) bisa menikmati perjalanan," ceritanya.

Ibu empat anak ini mengungkapkan, ia selalu meluangkan waktu mendampingi semua buah hatinya mengikuti ujian, baik untuk masuk perguruan tinggi maupun seleksi CPNS seperti Chayruel Wahied.

"Semua anak saya, saya dampingi saat mereka ikut ujian. Tidak ada yang saya bedakan. Semua saya perlakukan sama. Mulai dari awal sampai mereka dapat pekerjaan," jelas Hasanah.

Ia memiliki empat anak  hasil pernikahannya dengan H Muhammad Dan (65), yang kini  pensiunan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Barat. Tiga anaknya perempuan yaitu Fitry Hasdanita (29), Vebriana Setiadeny (27), dan Dedek Putry Maulidar (21), serta satu laki-laki yaitu si bungsu Chayruel Wahied (18).

Setelah menunggu hampir dua jam, akhirnya Chayruel Wahied keluar dari ruang ujian. Dengan raut wajah yang datar, Chayruel menghampiri ibunya yang duduk di sofa ruang tunggu Hotel Amel Convention Hall dan kemudian mengabarkan bahwa ia tidak lulus passing grade.

Mendapat informasi itu, Hasanah tersenyum. Ia kemudian menguatkan anaknya agar tidak kecewa dengan hasil ujian tersebut. Sebab, Hasanah tahu dan paham bahwa anaknya sudah berusaha maksimal. Ke depan, ia bertekad untuk tetap akan mendampingi putra bungsunya itu hingga berhasil meraih mimpinya. (masrizal bin zairi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved