Breaking News
Rabu, 15 April 2026

Internasional

Aktivis Remaja Iklim Swedia, Greta Thunberg Sebut Pemimpin Dunia Pengkhianat

Aktivis Iklim Swedia Greta Thunberg melontarkan kata-kata kasar kepada para pemimpin dunia dalam pidatonya di KTT Youth4Climate Italia minggu ini.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Aktivis iklim Swedia Greta Thunberg 

SERAMBINEWS.COM, ZURICH - Aktivis Iklim Swedia Greta Thunberg melontarkan kata-kata kasar kepada para pemimpin dunia dalam pidatonya di KTT Youth4Climate Italia minggu ini.

Dia mengatakan kepemimpinan yang gagal telah menghasilkan kata-kata dan janji kosong selama 30 tahun yang sama dengan pengkhianatan generasi.

Remaja putri berusia 18 tahun itu berbicara di acara itu pada Selasa (28/9/2021).

Hanya beberapa minggu sebelum PBB mengadakan konferensi perubahan iklim 2021, atau COP26, bulan depan.

Dilansir HuffingPost, Kamis (30/9/2021), dalam pidato yang berapi-api, Thunberg melemparkan pernyataan yang telah dibuat oleh sejumlah pemimpin dunia.

Baca juga: Presiden Jokowi Sampaikan Komitmen RI Hadapi Perubahan Iklim, Dalam Pertemuan Penuhi Undangan Biden

Seperti Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Dia mengatakan pernyataan itu hanyalah: “Blah blah blah.”

“'Kita harus menemukan transisi yang mulus ke ekonomi rendah karbon," ujar Thunberg.

"'Tidak ada planet B.' Tidak ada planet bla. Bla bla bla,” katanya.

Dia mengutip upaya politik para pemimpin.

“Ini bukan tentang tindakan hijau yang mahal dan benar secara politis dari pelukan kelinci atau bla bla bla," tambahnya.

"Bangun kembali dengan lebih baik,' bla bla bla, 'Ekonomi hijau,' bla bla bla,” ujarnya.

“Hanya ini yang kami dengar dari apa yang disebut pemimpin kami,” lanjutnya.

"Kata-kata yang terdengar hebat, tetapi tidak menghasilkan tindakan," katanya.

"Harapan dan impian kami tenggelam dalam kata-kata dan janji kosong mereka,” ungkapnya.

Baca juga: Kondisi Bumi Dikhawatirkan Kian Rusak Akibat Ulah Manusia, Peneliti: Bumi Memburuk dan Krisis Iklim

PBB telah merilis serangkaian laporan mengganggu dalam beberapa bulan terakhir pertanda masa depan yang suram.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved