Minggu, 10 Mei 2026

Terungkap, Dokumen Rahasia CIA Bongkar Pembantaian G30S, Benarkah ada Campur Tangan Amerika?

Dalam dokumen tersebut menggambarkan para diplomat di Keduataan Besar Jakarta mencatat bahwa pemimpin PKI telah dieksekusi.

Tayang:
Editor: Amirullah
id.wikipedia.org
Poster Pengkhianatan G 30 S PKI dirilis oleh PPFN (1984) 

SERAMBINEWS.COM - Inilah dokumen rahasia CIA yang membongkar pembantaian G30S/PKI.

Peristiwa Gerakan 30 September atau G30S menjadi salah satu tragedi kelam dalam sejarah bangsa Indonesia.

Pada 30 September 1965 malam hingga pagi keesokannya, sebanyak tujuh orang perwira TNI dibunuh secara keji.

Mereka dituduh akan melakukan makar terhadap Presiden Pertama RI Soekarno melalui Dewan Jenderal.

Jenazah ketujuh pahlawan revolusi tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sebuah sumur di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Salah satu yang menjadi korban yakni Panglima AD Ahmad Yani.

Mayjen Soeharto sebagai Pangkostrad yang saat itu secara otomatis bisa menggantikan posisi Jenderal Ahmad Yani, konon segera melakukan inisiatif untuk melumpuhkan aksi G30S.

Baca juga: Fadli Zon Nilai Kemendikbud Disusupi PKI, Sebut Dirjen Kebudayaan Mau Belokan Sejarah

Tidak hanya pasukan TNI AD yang bergerak untuk melakukan penumpasan, melainkan organisasi massa dan keagamaan, serta partai anti-PKI juga turun tangan.

Terduga anggota PKI ditangkap dan ada yang dibunuh. Markas mereka dihancurkan.

Aksi penumpasan ini tertuang dalam dokumen rahasia CIA yang dibuka oleh Kedutaan Besar AS di Indonesia pada 17 Oktober 2017.

Gerakan pemerintah Indonesia akibat G30S/PKI tercatat dalam dokumen rahasia CIA September 1965 itu.

Melansir dari Tribunnews yang mengutip dari nsarchive.gwu.edu, dokumen rahasia ini dibuka oleh Arsip Keamanan Nasional di The George Washington University.

Dalam dokumen tersebut menggambarkan para diplomat di Keduataan Besar Jakarta mencatat bahwa pemimpin PKI telah dieksekusi.

Serta pejabat AS secara aktif mendukung upaya Angaktan Darat Indonesia untuk menghancurkan anggota PKI yang tertinggal di Indonesia.

Ada sekitar 39 dokumen yang tersedia dari hampir 30.000 halaman arsip yang merupakan catatan harian Kedutaan Besar AS di Jakarta, Indonesia, dari tahun 1964-1968.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved