Brigadir Faisal Ngaku Dianiaya Kapolsek Percut Seituan, Saksi: Bentur Sendiri Kepalanya ke Dinding
Bahkan, Yudi juga melihat bahwa Faisal sempat mengantukkan kepalanya ke arah dinding, dan berguling - guling di lantai paving blok.
Karena perbuatan oknum tersebut bisa merugikan Polsek Percut Seituan secara kelembagaan, Jan Piter kemudian mengambil tindakan.
Dia mengajak Kanit Provost untuk menangkap Brigadir Faisal Ariandi.
"Saya mengajak Kanit Provost juga untuk menangkapnya. Ini pun pistol jenis airsoft gun kami amankan," terangnya.
Ia menduga, anggotanya tersebut membekingi salah seorang yang memperebutkan tanah tersebut.
Sehingga, Faisal dengan berani mengancam pemilik tanah, yang saat ini bersengketa tersebut.
"Ya, kami kan enggak mungkin kalau ada anggota yang meresahkan masyarakat kami biarkan. Pasti kami amankan," sebutnya.
Kata istri Brigadir Faisal
Sementara itu, istri Brigadir Faisal, Retno Jati Ayu mengatakan, permasalahan antara AKP Jan Piter Napitupulu dengan suaminya bermula saat tanah warisan milik sepupunya yang telah lama dibiarkan kemudian dikelola oleh Kepala Desa Saentis.
Namun oleh kepala desa tersebut tanah itu malah dijual pada Haji Burhan.
Setelah dijual kepada Haji Burhan, tanah itu kemudian dibangun pesantren oleh pemilik barunya.
Merasa tak pernah menjual, Brigadir Faisal Ariandi dan sepupunya melakukan upaya pembelaan dengan melaporkan jual beli tanah tersebut ke Polrestabes Medan.
Brigadir Faisal melaporkan Kepala Desa Saentis.
Tak lama berselang, Brigadir Faisal mendatangi lokasi tanah yang tengah bersengketa itu, dan langsung menghancurkan bangunan yang baru dibangun Haji Burhan.
"Jadi datang suami saya karena emosi itu dirobohkan bangunan itu. Bangunannya pun belum jadi tembok, masih batu berapa gitu," kata Retno Jati Ayu.
Setelah merobohkan bangunan itu, Brigadir Faisal pun menerima telepon dari Haji Burhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/brigadir-faisal-mengaku-digebuki-kapolsek-percut-seiutuan-akp-jan-piter-napitupulu.jpg)