Hama Serang Tanaman Bawang

Tanaman bawang seluas 10 hektare di persawahan Gampong Puli, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie

Editor: hasyim
SERAMBI/M NAZAR
Petani memanen tanaman bawang lebih awal akibat serangan hama di areal persawahan Gampong Puli, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Minggu (3/10/2021). 

* Petani Terpaksa Memanen Lebih Awal

SIGLI - Tanaman bawang seluas 10 hektare di persawahan Gampong Puli, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, sejak seminggu terakhir diserang hama penyakit. Meski belum waktunya dipanen, namun serangan hama itu memaksa petani di desa tersebut untuk memanen bawang mereka lebih awal. Sebab, hama tersebut menjalar sangat cepat hingga menyebabkan buah membusuk. Panen akibat serangan hama itu menyebabkan bawang kerdil.

Saiful Azmi, petani di Gampong Puli kepada Serambi, Minggu (3/20/2021) menyebutkan, tanaman bawang di persawahan Gampong Puli hingga Lampoh Tuah, Kecamatan Pidie, diserang hama penyakit sejak sepekan terakhir. Tanaman bawang itu masih berumur 50 hari dan sebenarnya baru bisa dipanen 20 hari lagi. Tapi, akibat diserang hama penyakit, petani harus memanen lebih awal, meski bawangnya kecil-kecil.

Menurut Saiful, serangan hama itu menyebabkan bawang membusuk. "Kita memanen lebih cepat  tujuannya bawang yang dipanen tersebut minimal bisa untuk kebutuhan rumah tangga. Bawang itu diserang hama penyakit akibat hujan turun terus menerus dalam seminggu terakhir," jelasnya.

Ia menjelaskan, modal yang dikeluarkan untuk menanam bawang sangat besar. “Untuk benih saja harganya 40.000 hingga 50.000 per kilogram (Kg). Itu belum lagi biaya untuk menggarap tanah, membeli plastik, dan kebutuhan lain," ungkap Saiful.

Saat ini, tambahnya, harga jual bawang merah Rp 12.000-13.000 per Kg. Harga itu menurun dibanding dengan sebelumnya yang mencapai Rp 22.000-23.000 per Kg. “Sekarang harga cabai merah yang tinggi yaitu Rp 60.000 per kilogram,” pungkasnya. 

Kadistanpan: Bisa Dikendalikan

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Kadistanpan) Pidie, Ir Sofyan, kepada Serambi, Minggu (3/10/2021) mengungkapkan, petani yang menanam bawang di kabupaten itu tersebar di sepuluh kecamatan. Mereka, menurutnya, menanam bawang merah di areal persawahan karena debit air. Kesepuluh kecamatan itu, sebut Sofyan, adalah Kembang Tanjong, Simpang Tiga, Peukan Baro, Pidie, Grong-grong, Batee, Padang Tiji, Muara Tiga (Laweung), Indrajaya, dan Keumala. 

Saat ini, tambahnya, tanaman bawang ada yang sudah panen, masih pemeliharaan, dan ada juga yang tanam baru. Petani ada yang menanam bawang secara swakelola dan ada juga yang bantuan. "Tapi, saya tidak ingat mana yang swadaya dan mana yang bantuan karena datanya di kantor. Untuk hama penyakit memang ada mulai dari serangan ulat akibat hujan. Tapi, hama penyakit bisa dikendalikan," jelasnya. (naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved