Breaking News:

Salam

Kasus Covid Menurun, Tetaplah Pakai Masker

SEJAK Minggu, 3 Oktober 2021, Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menerapkan shalat shaf rapat atau secara normal setelah berbulan- bulan

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Shalat Jamaah Rapat Shaf Mulai Berlaku di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Berjarak Ditiadakan 

SEJAK Minggu, 3 Oktober 2021, Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menerapkan shalat shaf rapat atau secara normal setelah berbulan- bulan menerapkan pola physical distancing atau jarak fisik antar jamaah.

Kebijakan kembali shalat secara normal yang diumumkan langsung oleh Imam Besar Masjid Raya Prof Dr Tgk H Azman Ismail MA ini menyusul menurunnya kasus-kasus infeksi Corona di Aceh, khususnya Banda Aceh. Kita bersyukur sudah dapat melaksanakan shalat berjamaah secara normal, terutama di masjid kebanggaan Aceh ini.

Dan, kita bisa kembali bisa shalat berjamaah dengan tanpa harus menjaga jarak, setelah kasus-kasus infeksi virus Corona di Aceh menurun secara signifikan.

Dari sebelumnya sempat 400-an orang terinfeksi setiap hari, kini kasus-kasus baru tercatat kurang dari 100 orang setiap hari. Demikian pula, jumlah yang meninggal sempat 35 orang perhari, kini kurang dari sepuluh orang perhari. Menurunya kasus-kasus Covid di Aceh antara lain karena kedisiplinan kita semua terhadap protokol kesehatan serta ikut vaksinasi Covid yang digelar secara gratis oleh pemerintah.

Namun, seperti sudah kita jelaskan tadi, bahwa jangkitan-jangkitan baru masih terus terjadi di Aceh dengan intensitas melandai. Artinya, kita belum sepenuhnya bisa beraktivitas secara betul-betul normal seperti sebelum pandemi, termasuk dalam pelaksanaan ibadah.

Artinya, masih ada hal-hal yang perlu kita patuhi dalam pelaksanaan ibadah secara berjamaah, terutama di masjid-masjid dan meunasah. Beberapa waktu lalu sudah banyak hal yang disampaikan pemerintah dan pengurus ormas Islam kepada kita dalam melaksanakan shalat berjamaah di tengah pandemi.

Antara lain, diingatkan bahwa jamaah harus memastikan diri dalam kondisi sehat saat akan menuju tempat ibadah. Jika merasa sakit, sebaiknya menjalankan ibadah di rumah. Kemudian, jamaah yang akan beribadah di masjid sebaiknya membawa peralatan shalat atau sajadah sendiri dan memakai masker. Sebelum berwudhu, jamaah hendaknya lebih dulu mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer. Pengelola masjid atau meunasah supaya secara teratur membersihkan lantai dan menyemprot disinfektan.

Masyarakat harus tetap ingat bahwa wabah virus Corona tidak dapat diperkirakan kapan berakhir. Karenanya, pemerintah sudah mengambil suatu kebijakan agar masyarakat dapat melaksanakan aktivitas normal pada beberapa aspek kehidupan, termasuk mengacu pada aspek kehidupan keagamaan. Pemerintah mengambil kebijakan dengan menerapkan new normal.

New normal dilakukan sebagai upaya kesiapan untuk beraktivitas di luar rumah seoptimal mungkin, sehingga dapat beradaptasi dalam menjalani perubahan perilaku yang baru. Perubahan pola hidup ini dibarengi dengan menjalani protokol kesehatan sebagai pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19. Sebab, perkembangan virus Corona makin hari semakin bermutasi melahirkan varian-varian baru yang sangat menakutkan.

Tingkat penularan virus Corina varian baru itu sangat dahsyat dengan tingkat penularan berkali-kali lipat lebih cepat dari varian sebelumnya. Karena itulah, kalangan dokter dan pakar kesehatan masyarakat sudah sering mengingatkan bahwa serangan virus ini bisa saja “meledak” kembali sewaktu-waktu jika kita lengah atau mengabaikan prilaku era new normal ini.

Selain mengingatkan tentang kepatuhan pada protokol kesehatan, saat ini pemerintah di Aceh bersama unsur-unsur lainnya, seperti TNI dan Polri sedang giat melaksanakan vaksinasi Cpvid-19. Ini juga merupakan bagian dari usaha keras pemerintah mengantisipasi serangan virus Corona yang sudah hampir dua tahun mencengkeram Indonesia.

Vakisnasi ini bertujuan menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok masyarakat. Untuk menciptakan herd immunity ini, semua masyarakat harus menerima vaksin Covid-19, kecuali warga tertentu yang secara medis memang tidak dibolehkan vaksin. Justru itulah, pemerintah bekerja keras mencapai angka maksimal penerimaan vaksin oleh masyarakat, termasuk kalangan remaja dan anak-anak sekolah. Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved