Breaking News:

Mulai April 2022, Tarif PPN Naik Jadi 11 Persen, Yasonna Sebut Masih Rendah

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan naik menjadi 11% mulai bulan April 2022.

Editor: Amirullah
Kompas.com
Menkumham, Yasonna Hamonangan Laoly saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (3/7/2017). Yasona Laoly menjelaskan ketentuan itu berhubungan dengan seseorang yang dengan sengaja menujukkan alat kontrasepsi dan menunjukkan cara mendapatkannya bagi anak-anak. 

SERAMBINEWS.COM - Tarif PPN akan naik jadi 11 persen tahun depan.

Tarif PPN juga kembali naik pada tahun 2025 menjadi 12%.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan naik menjadi 11% mulai bulan April 2022.

Aturan mengenai kenaikan tersebut tercantum dalam Rancangan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPR.

“Kenaikan tarif PPN jadi 12% disepakati dilakukan secara bertahap, yakni 11% mulai 1 April 2022, dan menjadi 12% paling lambat 1 Januari 2025,” kata Yasonna, Kamis (7/10/2021), dikutip dari Kontan.

Oleh karena itu, tarif PPN sebesar 10% yang sudah berlaku selama bertahun-tahun hanya akan bertahan hingga kuartal I tahun 2022.

Baca juga: Takluk dari Atlet Jateng, Panahan Aceh Gagal Sumbang Emas PON Papua, Perpani Aceh Mohon Maaf

Baca juga: Dianggap Lebih Sehat, Ternyata Tempe Dibungkus Daun Pisang Bisa Datangkan Bahaya Bagi Tubuh

Setelah itu, akan kenaikan dan dibebankan kepada masyarakat.

Yasonna menyatakan meski PPN akan naik, tarif PPN tersebut masih relatif lebih rendah daripada negara-negara lain.

Dia mengatakan rata-rata tarif PPN di dunia adalah sebesar 15,4%.

Yasonna mengungkapkan pungutan pajak di beberapa negara berkembang masih lebih tinggi daripada Indonesia.

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved