Internasional
Program Senjata Drone Iran Dapat Mengancam Stabilitas Timur Tengah dan Barat
Program senjata drone atau pesawat tak berawak Iran yang agresif telah menjadi ancaman bagi negara-negara Timur Tengah.
SERAMBINEWS.COM, CHICAGO - Program senjata drone atau pesawat tak berawak Iran yang agresif telah menjadi ancaman bagi negara-negara Timur Tengah.
Termasuk Arab Saudi dan juga Barat, kata pejabat dari Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI).
Alireza Jafarzadeh, Wakil Direktur Kantor NCRI di Washington, mengatakan program tersebut mencakup delapan lokasi produksi dan perakitan di seluruh Iran.
Tetapi, katanya, suku cadang dan material drone berasal dari luar negeri.
Selama briefing pada Rabu (/6/10/2021) yang dihadiri Arab News, dia mengatakan UAV, atau drone, digunakan untuk menyerang Barat di zona konflik.
Baca juga: Taliban Minta Amerika Serikat, Hentikan Serangan Drone di Wilayah Udara Afghanistan
Seperti Suriah dan Irak, serta Lebanon, terutama Arab Saudi yang dilakukan milisi Houthi dukungan Iran.
Teheran memasok milisi Houthi di Yaman dengan drone untuk menyerang Arab Saudi, kata Jafarzadeh.
"Drone dirakit di Yaman, tetapi banyak komponen penting berasal dari luar Iran," tambahnya.
“Program UAV hanya memiliki satu tujuan, mengacaukan kawasan dan menciptakan kekacauan,” kata Jafarzadeh.
Dia menambahkan delapan industri di Iran terlibat dalam menyamarkan produksi drone yang dipersenjatai.
“Rezim Iran telah benar-benar meningkatkan upaya dan uang serta sumber dayanya untuk program UAV untuk mengacaukan kawasan itu," katanya.
Dia mengatakan miliaran dolar AS telah dihabiskan untuk UAV dan rudal.
Bahkan, di bawah Presiden Iran Ebrahim Raisi, program ini akan menjadi lebih menonjol.
Jafarzadeh mengatakan program UAV bernilai miliaran dolar sebagai senjata utama rezim untuk terorisme.
Drone diarahkan oleh Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/alireza-jafarzadeh-wakil-direktur-kantor-ncri-di-washington-as.jpg)