Breaking News:

Tips Kesehatan

Tips dan Trik Bersahabat dengan Diabetes Melitus

Kegiatan yang dipandu Host Iska Novita ini juga menghadirkan narasumber lainnya Kepala Instalasi Gizi RSIA dr Khairunnisak Sp GK.

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOTO SERAMBI FM
Ketua Staf Medik Fungsional Penyakit Dalam Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), dr Herriani Sp PD dan Kepala Instalasi Gizi RSIA, dr Khairunnisak Sp GK saat menjadi narasumber dalam talkshow dengan tema "Tips dan Trik Bersahabat dengan DM Tipe 2" yang disiarkan langsung melalui Radio Serambi FM 90,2 MHz dan Facebook Serambinews.com, Kamis (7/10/2021). Kegiatan ini dipandu Host, Iska Novita. 

Laporan Mawaddatul Husna I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kelainan metabolik yang dikarakteristikkan dengan hiperglikemia kronis serta kelainan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya.

DM ini terbagi menjadi empat tipe, yaitu DM tipe 1 terjadi pada anak yaitu anak yang masih kecil, dimana ia terjadi kerusakan dari sel beta pankreasnya.

"Jadi disini sama sekali tidak terdapat insulin yang dikeluarkan oleh tubuh, sehingga anak tersebut mengkonsumsi insulin atau menggunakan insulin seumur hidup," kata Ketua Staf Medik Fungsional Penyakit Dalam Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), dr Herriani Sp PD saat menjadi narasumber dalam talkshow dengan tema "Tips dan Trik Bersahabat dengan DM Tipe 2" yang disiarkan langsung melalui Radio Serambi FM 90,2 MHz dan Facebook Serambinews.com, Kamis (7/10/2021).

Kegiatan yang dipandu Host Iska Novita ini juga menghadirkan narasumber lainnya Kepala Instalasi Gizi RSIA dr Khairunnisak Sp GK.

Baca juga: Zifivax, Vaksin Covid-19 untuk Usia 18 Tahun ke Atas, Begini Aspek Keamanan Sesuai Hasil Uji Klinis

dr Herriani menambahkan sedangkan DM tipe 2 merupakan DM yang terjadi di umur di atas 25 tahun. DM ini dikarenakan insulin yang tidak cukup atau kerja insulin yang tidak maksimal, sehingga insulin yang dibutuhkan oleh tubuh tidak cukup.

"Nah di sini tidak dependent insulin, pengobatannya bisa secara oral atau diberikan terapi insulin," sebutnya.

Selanjutnya ketiga, DM tipe lainnya bisa karena kelainan sekunder dari beta pankreas. Kemudian keempat ada DM yang terjadi pada ibu hamil setelah trimester kedua.

Ia menjelaskan tatalaksana pengobatan DM itu yakni edukasi sangat penting diberikan kepada pasien apa itu dan bagaimana cara pengelolaan DM, bagaimana cara menghindari komplikasi ringan hingga berat sedini mungkin.

Selanjutnya, terapi nutrisi medis yaitu memberitahu pola makan yang sesuai kepada penderita DM. Kemudian harus diet serat yang tinggi dengan kadar lemak jenuh yang sedikit.

Baca juga: CIA Akui Dinas intelijen China dan Pakistan Buru informannya

"Lalu latihan jasmani, ini penting sekali dilakukan oleh penderita DM yaitu latihan aerobik sedang, jalan kaki, bersepada santai, jogging dan berenang," sebutnya.

Sementara Kepala Instalasi Gizi RSIA, dr Khairunnisak Sp GK menambahkan makanan yang dikonsumsi sebaiknya dengan gizi yang seimbang tapi aturannya akan sedikit berbeda dengan pasien yang mengalami DM, akan menghitung nilai energi pasien dengan DM tipe 2, ia harus mengetahui tentang jumlah, jenis dan jadwal makan.

"Jumlah makan yang dikonsumsi harus sesuai dengan kalori yang dibutuhkannya tidak boleh berlebihan," sebutnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved