Breaking News:

Kesehatan

Kematian Akibat Kanker Payudara Tinggi, Perempuan Perlu Pahami Pentingnya SADARI dan SADANIS

Kanker payudara merupakan penyakit yang menempati urutan kedua penyebab kematian akibat kanker di Indonesia

Editor: Nur Nihayati
Google/Net
Ilustrasi 

Dr. Walta menambahkan, langkah sederhana ini bisa dilakukan pada waktu tertentu bagi mereka yang masih mengalami menstruasi maupun menopause.

"SADARI ini sendiri bisa dilakukan secara teratur setiap bulannya. Dilakukan pada hari ke 7 hingga 10 setelah hari pertama menstruasi, atau tanggal tertentu untuk yang sudah menopause," jelas Dr. Walta.

Sementara itu seorang penyintas kanker payudara, dr. Khairatu Nissa Rangkuti turut menegaskan pentingnya deteksi dini.

Menurutnya, gerakan SADARI yang dilakukan secara sederhana ini bisa menjadi penanda apabila terjadi perubahan pada payudara.

Jika memang ada perubahan, maka bisa segera melakukan konsultasi ke dokter serta mendapatkan perawatan yang tepat.

"Sehingga secara tidak langsung deteksi dini termasuk gerakan SADARI atau periksa payudara sendiri ini dapat membantu meminimalkan angka kematian akibat kanker payudara dan mengurangi jumlah pasien kanker payudara," tegas dr. Khairatu.

Ia pun menjelaskan bahwa informasi tentang SADARI ini kini terdapat dalam kemasan Charm Extra Maxi Pink Ribbon Special Edition dan bisa dipraktekkan oleh setiap perempuan di Indonesia.

"Sebagai seorang penyintas, saya senang dan mengapresiasi apabila semakin banyak pihak mau mengedukasi perempuan Indonesia tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara, termasuk langkah dari PT Uni-Charm Indonesia Tbk yang bekerja sama dengan YKPI melalui Charm Extra Maxi Pink Ribbon Special Edition ini," jelas dr. Khairatu.

Terkait pentingnya SADARI bagi para perempuan, Presiden Direktur PT. Uni-Charm Indonesia Tbk, Yuji Ishii mengatakan pihaknya mendukung Aksi Pink Ribbon dengan menggandeng Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI).

Tentunya dukungan ini diberikan seiring dengan peringatan 'Bulan Kesadaran Kanker Payudara Sedunia' yang ditetapkan pada Oktober setiap tahunnya.

Ishii mengatakan bahwa jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, jumlah kasus baru dan kematian untuk penyakit ini di Indonesia cenderung tinggi, dengan angka kasus baru mencapai 16,6 persen dan tingkat kematian sebesar 9,6 persen.

"Oleh karena itu, dalam rangka memenuhi tanggung jawab kami dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia dan untuk meminimalkan angka kematian akibat kanker payudara, selama bulan Oktober, PT Uni-Charm Indonesia Tbk akan terus mendukung aktivitas Pink," kata Ishii.

Saat ini total pengguna Charm Extra Maxi di seluruh Indonesia mencapai sekitar 28 juta orang.

Ia pun berharap pesan yang terdapat pada desain produk tentang pentingnya meningkatkan kesadaran akan deteksi dini kanker payudara melalui SADARI pun dapat tersampaikan secara baik.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved