Sabtu, 16 Mei 2026

Partai Ummat

Amien Rais Tanggapi Mundurnya Pengurus Partai Ummat, Pengamat: Mereka Harus Kerja Sangat Keras

Amien justru menyinggung anak buahnya yang ia sebut telah mengeroyoknya hingga akhirnya membuat dirinya keluar....

Tayang:
Editor: Eddy Fitriadi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Amien Rais. Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais memberi tanggapan atas mundurnya para pengurus Partai Ummat.  

"Agung Mozin itu kita sudah memotret, sudah," katanya. 

Ia menyebut proses mundurnya para pengurus Partai Ummat sebagai hal yang biasa. 

"Jadi, saya dalam jam terbang pengalaman berpolitik ini, memang sesuatu yang biasa," ujar dia. 

Lebih lanjut, Amien tidak menjelaskan soal mundurnya para pengurus Partai Ummat.

Amien justru menyinggung anak buahnya yang ia sebut telah mengeroyoknya hingga akhirnya membuat dirinya keluar dari PAN.

"Tapi saya garis bawahi mengapa saya dikeroyok oleh anak buah saya itu, yang karena pernah menjadi menko, menjadi menteri ini, menteri itu. Semuanya itu, itu karena saya dianggap penganggu. 'Mengapa sih nggak mendukung pak Jokowi. Pak Jokowi yang bisa memberikan cash and carry, jadi udahlah pak Amien kita keroyok saja agar keluar'. Ya saya keluar betul," beber Amien. 

2. DPP Sebut sebagai Dinamika Partai

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Ummat menanggapi keputusan sejumlah kadernya yang mundur dari kepengurusan. 

Humas DPP Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya mengatakan pengunduran diri tersebut rata-rata dilatarbelakangi soal unsur dinamika partai. 

"Alasan pengunduran diri, rata-rata soal unsur dinamika partai. Itu yang saya baca dalam dokumen mereka," ujar Mustofa, dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Minggu (10/10/2021).

Menurutnya guna melakukan penyusunan struktur yang solid sangat terkait erat dengan struktur di bawah dan struktur di atasnya.

Dia mengatakan visi misi para kader pun harus sesuai dengan partainya.

"Karena untuk berjuang ke depan, tak mungkin mereka jalan sendiri-sendiri kan? Jadi, visi misi harus dapat dijalankan bersama, berjemaah atau berkelompok," katanya.

Selain itu, Mustofa mengatakan sebagian kader juga mengundurkan diri karena tak bisa mengatur ritme partai dengan kesibukan pribadinya.

"Namun juga sebagian mereka sebenarnya ada juga yang karena tak bisa mengatur ritme partai dengan kesibukan pribadi, sehingga sekalian undur diri. Jadi, memang ini biasa dalam dinamika partai baru," ucapnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved