Senin, 13 April 2026

Pandemi Covid 19

Antisipasi Gelombang Baru Serangan Covid-19, Pemerintah Minta Warga Perketat Protokol Kesehatan

Jumlah ini turun drastis jika melihat perkembangan kasus covid-19 di Aceh dalam dua bulan terakhir yang mencapai seratusan lebih.

Penulis: Ansari Hasyim | Editor: Ansari Hasyim
FOR SERAMBINEWS.COM
Vaksinasi Massal oleh Biro SDM dan Ditbinmas Polda Aceh, Kamis (7/10/2021) 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kasus covid-19 di Aceh semakin membaik.

Menurut data Satgas Covid-19 Aceh kecenderungan kasus konfirmasi baru sudah menurun dibandingka satu atau dua bulan terakhir.

Misalkan pada 8 Oktober lalu kasus konfirmasi baru ditemukan 17 orang, dan enam orang dilaporkan meninggal dunia.

Jumlah ini turun drastis jika melihat perkembangan kasus covid-19 di Aceh dalam dua bulan terakhir yang mencapai seratusan lebih.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, Sabtu (9/10/2021) mengatakan 17 orang ditemukan terinfeksi covid-19 meliputi warga Banda Aceh sebanyak empat orang, warga Langsa dan Pidie sama-sama dua orang.

Baca juga: FAKTA Gadis Bawa Rp 1,3 Miliar Dibegal, Dibuntuti dan Diserempet Pelaku, Uang dan Motor Dirampas

Kemudian warga Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Sabang, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, dan warga Subulussalam, masing-masing satu orang.

“Kasus positif baru memang ‘hanya’ 17 orang, namun kita belum boleh lengah. Satgas Covid-19 kabupaten/kota tengah menelusuri kontak erat kasus-kasus baru tersebut, dan masyarakat diharapkan tetap menjalankan protokol kesehatan,” anjur SAG.

Sementara itu, membaiknya tingkat penularan dan penemuan kasus konfirmasi baru covid-19 tidak boleh dianggap sebuah capaian yang sudah aman.

Baca juga: Siti Nurjanah Mengaku Dibegal Tiga Pria saat Bawa Rp 1,3 Miliar, Uang dan Motor Dirampas Pelaku

Sama halnya dengan berbagai daerah lain di Indonesia, siklus pandemi covid-19 mulai menuju pada status endemi.

Namun semua pihak juga perlu untuk terus waspada untuk mengantisipasi adanya potensi gelombang baru atau gelombang ketiga dari serangan covid-19 yang sebagian negara di dunia telah mengalaminya.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, sejumlah negara tengah menghadapi pandemi Covid-19 gelombang ketiga tersebut.

Tiga gelombang pandemi Covid-19 dunia masing-masing terjadi pada Januari 2021 sebagai puncak pertama, April 2021 puncak kedua, dan Agustus-September 2021 sebagai puncak ketiga.

Sementara, Indonesia baru mengalami dua gelombang pandemi Covid-19.

Di sisi lain, dikutip dari kontan.co.id, Epidemiolog Universitas Grifftith Australia Dicky Budiman mengungkapkan, gelombang ketiga sangat mungkin terjadi mengingat mayoritas masyarakat Indonesia belum mempunyai imunitas untuk melawan virus atau tingkat vaksinasi yang masih cukup rendah.

Adanya varian virus selain Delta, membuat kondisi rentan dan memperbesar potensi terjadinya pandemi Covid-19 gelombang ketiga.

Mempertimbangkan kondisi terkini, ia memprediksi gelombang tiga akan terjadi di Desember.

Dia mengungkapkan, prediksi ini sangat dinamis karena bergantung pada intervensi-intervensi yang dilakukan, seperti penerapan PPKM maupun capaian vaksin.(*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved