Kamis, 9 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Kawan Bung Hatta Donasikan Buku Antologi ke Perpustakaan Aceh Tamiang

Buku yang diterbitkan dalam dua versi ini berisikan tentang cerita pendek mengenai sosok Bung Hatta yang dinilai religius, sederhana, dan anti-korupsi

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS/RAHMAD WIGUNA
Dr Mukhrizal (tengah) didampimgi TM Fajar Izzamuddin menyerahkan buku antologi Bung Hatta kepada perwakilan Disperpusip Aceh Tamiang, Senin (11/10/2021)         Area lampiran       

Buku yang diterbitkan dalam dua versi ini berisikan tentang cerita pendek mengenai sosok Bung Hatta yang dinilai religius, sederhana, dan anti-korupsi.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Buku antologi Bung Hatta hasil karya 119 penulis dari berbagai penjuru Indonesia didonasikan ke Dinas Perpustkaan dan Arsip Aceh Tamiang, Senin (11/10/2021).

Buku yang diterbitkan dalam dua versi ini berisikan tentang cerita pendek mengenai sosok Bung Hatta yang dinilai religius, sederhana, dan anti-korupsi.

Buku versi pertama diberi cover putih merupakan hasil karya terbaik yang ditulis 50 orang, sedangkan buku kedua dengan cover merah merupakan kumpulan 69 tulisan runner up.

“Kami berharap sosok Bung Hatta tetap melekat dan menjadi insipirasi kaum muda,” kata tim kurator yang tergabung dalam komunitas Kawan Bung Hatta, Dr Mukhrizal Effendi, Senin (11/10/2021).

Mukhirzal yang didampingi kurator lainnya, TM Fajar Izzamuddin secara khusus datang dari Labuhanbatu, Sumatera Utara khusus untuk menyerahkan buku antologi itu.

Dijelaskannya buku ini sudah melalui hasil seleksi ketat untuk menghindari adanya plagiat.

Sebelumnya mereka menerima 167 karya tulis, namun setelah melalui tahap seleksi, tim kurator memilih 119 karya tulis dan dibagi menjadi dua versi buku.

“Buku putih diterbitkan 276 halaman dan yang merah 283 halaman,” sebutnya.

Sebelum mendonasikan buku antologi ke Aceh Tamiang, Kawan Bung Hatta sudah terlebih dahulu mendonasikan buku serupa ke Disperpusip Labuhanbatu dan Sumatera Utara.

Dipilihnya Aceh Tamiang sendiri bukan tanpa alasan, yakni karena salah satu penulisnya merupakan warga Aceh Tamiang atas nama Surya Dharma.

“Kami terputus komunikasi dengan beliau, berdasarkan alamat tertera, beliau mahasiswa UIN Langsa dan tinggal di Seruway,” ungkap Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Labuhanbatu ini.

Mukhrizal pun berpesan kepada pihak Perpusip Aceh Tamiang memberi informasi bila ke depan Surya Dhama datang ke perpustakaan.

“Sebenarnya buku ini untuk dia, tapi karena keberadaannya tidak diketahui, kami titip di perpustakaan ini, sekalian kami mendonasikan untuk perpustakaan ini juga,” ungkapnya.

Pustakawan Feni Fitrianti yang menerima donasi ini menyambut hangat karena menilai buku yang didermakan mengandung sejarah yang perlu diketahui generasi muda.

Saat ini kata dia, koleksi buku di Puspersip Aceh Tamiang sebanyak 40 ribu judul buku yang didominasi fiksi dan agama.

“Angka kunjungan terbilang tinggi, rata-rata per hari bisa 30 orang,” ungkap Feni. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved