Breaking News:

Berita Aceh Besar

Penyidik Kejari Aceh Besar Geledah Kantor Dinas Pengairan Aceh, 14 Dokumen Diamankan

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar menggeledah Kantor Dinas Pengairan Aceh, Senin (11/10/2021).

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar menggeledah Kantor Dinas Pengairan Aceh, Senin (11/10/2021). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Besar 

SERAMBINEWS.COM, KOTA JANTHO - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar menggeledah Kantor Dinas Pengairan Aceh, Senin (11/10/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Besar, Rajendra D Wiratanaya, SH didampingi Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Deddi Maryadi, SH kepada Serambinews.com, Selasa (12/10/2021), mengatakan, tim penyidik Kejari Aceh Besar melakukan kegiatan penggeledahan Kantor Dinas Pengairan Aceh terkait dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Jetty Kuala Krueng Pudeng, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar pada tahun anggaran 2019.

Penggeledahan dilakukan berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar Nomor: Print-1021/L.1.27/Fd.1/10/2021 tanggal 11 Oktober 2021.

Penggeledahan ini dilakukan untuk mencari alat bukti tambahan guna melengkapi berkas perkara.

Pada penggeledahan itu, tim penyidik Kejari Aceh Besar berhasil menyita 14 eksamplar dokumen dari kantor Dinas Pengairan Provinsi Aceh.

Pada saat penggeledahan, tim didampingi oleh Sekretaris Dinas Pengairan Provinsi Aceh, Rasmalina.

Baca juga: Kejari Aceh Besar Tetapkan 3 Tersangka Pembangunan Jetty Kuala Krueng Lhoong, Ditahan di Rutan Kajhu

Baca juga: VIDEO Jaksa Tahan Kadis Perkim Aceh, Kasus Pembangunan Jetty Kuala Krueng Lhoong

Baca juga: Kerugian Negara Proyek Jetty Kuala Krueng Pudeng Lhoong Aceh Besar Rp 2,3 Miliar, Hasil Audit BPKP

Seperti diberitakan sebelumnya, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan Jetty Kuala Krueng Lhoong, Aceh Besar pada tahun 2019.

Adapun ketiga tersangka yakni inisial MZ (55), sebagai KPA merangkap PPK, TH (39), sebagai PPTK, dan YR (41), sebagai kontraktor pelaksana (Direktur PT Bina Yusta Alzuhri).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Besar, Rajendra D Wiratanaya, SH didampingi Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Deddi Maryadi, SH kepada Serambinews.com, Jumat (8/10/2021), menjelaskan soal penanganan kasus korupsi tersebut.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved