Rabu, 6 Mei 2026

PON Papua 2021

Sukses Pertahankan Medali Emas PON, Sprinter Aceh Fuad Ramadhan Putuskan Pensiun 

Sprinter Aceh, Fuad Ramadhan sukses merebut medali emas di nomor 400 meter lari putra PON XX Papua 2021.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Dok KONI Aceh
Pelari Aceh, Fuad Ramadhan foto bersama Ketua Harian KONI Aceh, Abu Razak dan Ketua PASI, Bachtiar Hasan di Mimika Sport Center, Selasa 12 Oktober 2021. 

Laporan Imran Thaib | Jayapura

SERAMBINEWS.COM, JAYAPURA – Sprinter Aceh, Fuad Ramadhan sukses merebut medali emas di nomor 400 meter lari putra PON XX Papua 2021.

Berlomba di Mimika Sport Center Kompleks, Selasa (12/1/2021), Fuad Ramadhan berhasil mencatat waktu tercepat 47,63 detik.

Sementara perak menjadi milik atlet Jawa Timur, Dewa Radika dengan waktu 47.72 detik.

Sementara medali perunggu direbut oleh sprinter Jawa Tengah, Hadi Nur Ikhsan yang mencatatkan waktu 48.06 detik.

Bagi Fuad Ramadhan, Raihan medali di Tanah Papua mengulang kembali keberhasilan dia saat berlomba di PON 2016 Jawa Barat.

Baca juga: Dua Petarung Aceh Tamiang Sumbang Tiga Medali untuk Aceh di PON Papua 2021

Baca juga: Kumpulkan 11 Medali Emas, Kontingen Aceh Lampaui Prestasi PON 2016 di Jawa Barat

Ternyata, empat tahun kemudian, Fuad masih tercepat di nomor 400 meter putra.

Medali ini menjadi emas terakhir bagi atlet kelahiran 7 Februari 1996 tersebut.

Karena, menurutnya, dia akan berkonsentrasi untuk nomor dasalomba saat perhelatan PON 2024 di Aceh dan Jawa Barat.

“Saya resmi pensiun di nomor 400 meter lari putra. Kini, saya akan fokus dan memilih berlatih di dasalomba,” ungkap peraih tiga emas di arena Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) 2019 di Bengkulu.

Sebagaimana diketahui, Fuad Ramadhan mengenal cabang olahraga lari saat duduk di bangku SMP.

Saat itu, dia lebih memilih untuk berlomba di nomor bergengsi 100 meter.

Baca juga: Dalam Sehari, Kontingen Aceh Gasak Empat Emas PON Papua 2021, Sukses Salip Trio Sumatera

Tapi, pada tahun 2015 lalu, dia memutuskan pindah untuk fokus di nomor 400 meter putra.

Dari 127 atlet Aceh, hanya Nurul Akmal dan Fuad Ramadhan yang mampu mempertahankan medali emas di PON.

Bukan sebatas merebut emas, malah Nurul Akmal sukses memecahkan rekor nasional atas Namanya sendiri.

Ketua Umum Pengprov PASI Aceh, Drs H Bachtiar Hasan MPd langsung menyerahkan bonus kepada Fuad Ramadhan.

Bonus yang diberikan tersebut sebesar Rp 35 juta.

“Ini sebagai bentuk apresiasi Pengprov PASI kepada Fuad yang sudah berjuang habis-habisan di arena PON. Terima kasih banyak atas sumbangan emasnya,” kata Bachtiar.

Baca juga: Aceh Lawan Papua di Final PON XX, Bonus Rp 1 Miliar Menanti Anak Asuh Fakhri Husaini Jika Raih Emas

Ketua PASI Aceh mengaku bangga dengan capaian Fuad Ramadhan di arena PON.

Bukan hanya sebatas mengulang prestasi PON Jawa Barat, dia juga mampu mempertahankan medali emas yang diraih empat tahun lalu.

Medali Aceh Lampaui PON Jabar 2016

Dua hari menjelang penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, prestasi mengesankan ditoreh Kontingen Aceh.

Hingga Rabu (13/10/2021), Tanah Rencong sudah mengumpulkan 11 emas, 6 perak, serta 10 medali perunggu.

Raihan di Tanah Papua jelas melewati pencapaian prestasi ketika pelaksanaan PON 2016 di Provinsi Jawa Barat.

Saat itu, Kontingen Aceh berhasil mengumpulkan 8 emas, 7 perak, dan 9 perunggu.

Sebagaimana diketahui, PON Papua hanya mempertandingkan 37 cabang olahraga di klister Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke.

Sementara di PON Jawa Barat mempertandingkan 56 cabang olahraga.

Untuk PON Papua, Aceh mengirimkan 127 atlet guna bertanding di 26 cabang olahraga.

Baca juga: Hasil Sepak Bola Putra PON XX Papua: Bungkam Jatim, Aceh Jumpa Tuan Rumah Papua di Final

Sebenarnya, Tanah Rencong memiliki peluang besar menambah pundi-pundi emas dari cabang olahraga petanque.

Di luar dugaan, tuan rumah mencoret keberadaan petanque. Sehingga, sangat merugikan Kontingen Aceh.

Bukan rahasia lagi, petanque Aceh merupakan juara umum Prakufikasi PON 2019 di Jakarta dengan merebut tiga medali emas.

Sekretaris Umum KONI Aceh, M Nasir Syamaun SIP MAP kepada Serambinews, Rabu (13/10/2021), mengatakan, 11 medali emas itu berasal dari cabang tarung derajat (3), dan angkat besi dengan dua emas.

Kemudian, anggar, sepatu roda, binaraga, atletik, muaythai, dan kempo.

Raihan medali emas kempo disumbangkan Maisarah di kelas randori kelas 55 kg putri.

Di pertandingan final di GOR STT GIDI Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu kemarin, Maisarah berhasil menang telak atas kenshi Nusa Tenggara Timur (NNT), Siska.

Maisarah memastikan medali emas ke-11 Aceh setelah menang dengan skor telak 5-0.

Sumbangan medali perunggu juga datang dari kempo melalui Lismarita yang gagal di babak semifinal.

“Alhamdulillah, capaian kita ini melewati prestasi PON 2016 di Jawa Barat. Ini tentu sangat membanggakan kita semua. Kita ucapkan terima kasih atas perjuangan atlet selama di Papua,” sebut M Nasir Syamaun.(*)

BERITA PON PAPUA 2021

Hasil Perolehan Medali PON XX Papua 2021 

AKSES DAN BACA BERITA DI GOOGLE NEWS 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved