Internasional
PBB Memperingatkan Risiko Kelaparan Mengancam Korea Utara
PBB mengatakan Korea Utara menjadi negara paling rentan berisiko mengalami kelaparan. Dengan kondisi ekonomi yang memburuk dan pembatasan virus
SERAMBINEWS.COM, PYONGYANG - PBB mengatakan Korea Utara menjadi negara paling rentan berisiko mengalami kelaparan.
Dengan kondisi ekonomi yang memburuk dan pembatasan virus Corona yang dipaksakan sendiri makin mempersulit negara yang terisolasi itu.
Ditambah sanksi PBB atas program nuklir yang harus segera dilonggarkan, kata seorang pakar hak asasi manusia PBB.
Negara miskin itu telah berada di balik blokade kaku sejak awal tahun lalu untuk melindungi diri dari pandemi.
Tetapi, berimbas pada krisis ekonomi dan perdagangan dengan mitra utama China menyusut.
Pada Juni 2021, KCTV yang dikelola pemerintah mengakui Korea Utara sedang menghadapi krisis pangan.
Tetapi, membunyikan alarm di negara dengan sektor pertanian yang hampir mati untuk memberi makan penduduk.
Baca juga: Korea Utara Karantina Vaksin Covid-19 Bantuan WHO, Dikirim Melalui Pelabuhan China
Pada bulan yang sama, pemimpin Kim Jong Un mengatakan situasi makanan menjadi parah.
"Warga Korea Utara biasa berjuang setiap hari untuk menjalani kehidupan yang bermartabat", kata Tomas Ojea Quintana, pelapor khusus PBB untuk HAM.
"Situasi kemanusiaan yang memburuk dapat berubah menjadi krisis", tambahnya.
Pyongyang berada di bawah serangkaian sanksi internasional atas program nuklir dan rudal balistiknya.
Tetapi, telah mengalami kemajuan pesat di bawah Kim Jong Un.
Quintana mengatakan pembatasan seperti itu harus dilonggarkan untuk melindungi negara yang paling rentan dalam menghadapi kekurangan pangan yang parah.
Baca juga: VIDEO - Jepang Ketar-Ketir, Korea Utara Tembakkan Rudal Terbaru
"Anak-anak dan orang tua yang paling rentan berisiko kelaparan," katanya.
"Sanksi yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB harus ditinjau ulang dan dikurangi bila perlu memfasilitasi bantuan kemanusiaan dan penyelamatan jiwa," harapnya.
Laporan itu muncul sekitar tiga bulan setelah Organisasi Pangan dan Pertanian PBB mengatakan Korea Utara menghadapi kekurangan pangan 860.000 ton tahun ini.
Pyongyang telah menjauh dari pembicaraan tentang program nuklirnya sejak runtuhnya pertemuan Kim dan Donald Trump di Hanoi.
Kim telah menolak upaya Korea Selatan untuk menghidupkan kembali dialog.
Di bawah Presiden Joe Biden, Amerika Serikat berulang kali menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan perwakilan Korea Utara.
Baca juga: Kim Yo Jong Dipromosikan ke Komisi Urusan Negara, Pembuat Kebijakan Tertinggi Korea Utara
Tapi minggu ini Kim menyalahkan Washington atas ketegangan di Semenanjung Korea.
Dia bersikeras senjata Pyongyang untuk pertahanan diri dan tidak ditujukan ke negara tertentu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kawasan-pedesaan-di-korea-utara.jpg)