Breaking News:

Warga Blokir Jalan Kuta Makmue, Kecewa Jalan Tak Kunjung Diperbaiki

Warga empat desa dalam dua kecamatan di Kabupaten Nagan Raya memblokir jalan Kuta Makmue, Kecamatan Kuala, Rabu (13/10/2021)

Editor: bakri
Kiriman warga
Pemblokiran jalan di Kuta Makmue, Kuala, Nagan Raya menuntut diaspal, Rabu (13/10/2021). 

SUKA MAKMUE - Warga empat desa dalam dua kecamatan di Kabupaten Nagan Raya memblokir jalan Kuta Makmue, Kecamatan Kuala, Rabu (13/10/2021). Aksi pemblokiran jalan kabupaten yang tembus antarkabupaten itu karena kondisi jalan sudah sangat parah dan berdebu.

Mereka berharap pemerintah melakukan pengaspalan. Warga empat desa meliputi Desa Kuta Makmue dan Gunong Reubo, Kecamatan Kuala. Selanjutnya  Desa  Mancah dan Seumambek, Kecamatan Suka Makmue. Aksi pemblokiran oleh ratusan warga dengan menutup akses jalan dengan menebang pohon ke jalan, sehingga jalur itu tak bisa dilintasi.

Hingga sore kemarin, jalan sepanjang 15 kilometer itu masih diblokir. Jalan yang diblokir selama ini juga sering dilintasi truk pasir dan kendaraan operasional perusahaan batu bara yang beroperasi di Nagan Raya dan Aceh Barat.

Beberapa warga kepada wartawan mengatakan, mereka sudah puluhan tahun hidup dengan kondisi jalan yang rusak. Namun, tak kunjung diperbaiki. "Kami meminta eksekutif dan legislatif memperbaiki jalan di daerah kami," ujar Bustami.

Dikatakan, kerusakan jalan sangat parah. Beberapa titik jalan semakin sulit dilintasi. Pemblokiran jalan sebagai bentuk kekecewaan warga terkait kepedulian terhadap ruas jalan tersebut.

Dekgam, warga lain mengatakan, jalan di wilayah mereka pernah dijanjikan akan diperbaiki. Namun hingga kini tidak ada tanda-tanda janji tersebut direalisasikan. "Kerusakan jalan di daerah kami sudah sejak puluhan tahun silam, tapi tak kunjung diperbaiki," ujar Dekgam.

Terkait aksi penutupan jalan itu, tim eksekutif dan legislatif dari kabupaten turun ke jalan tersebut. Mereka menemui warga yang memblokir jalan serta mendengarkan keluhan. Tim kabupaten terdiri atas Kadis PUPR Nagan Raya Tamarlan dan sejumlah kabid. Sedangkan dari legislatif terdiri atas Ketua DPRK Jonniadi bersama sejumlah anggota dewan.

Sementara itu, Kadis PUPR Nagan Raya, Tamarlan yang ditanyai Serambi kemarin mengatakan,  dalam APBA 2021 sudah disahkan dana perbaikan jalan tersebut dengan nilai Rp 6 miliar. Namun sejauh ini, belum diumumkan pihak provinsi. Pihaknya akan  mempertanyakan kembali ke provinsi. Sedangkan APBK Nagan Raya  sudah diusulkan Rp 4 miliar, namun juga belum direalisasi anggaran dari pusat. "Kita akan pertanyakan ke provinsi," kata Tamarlan.(riz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved