Rabu, 3 Juni 2026

Internasional

Arab Saudi Berharap Lebanon Kembali Normal, Hizbullah Lancarkan Serangan Bersenjata Jalanan

Arab Saudi, Jumat (15/10/2021) berharap kondisi Lebanon kembali normal, seusai serangan bersenjata jalanan meletus di Beirut.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/JOSEPH EID
Pejalan kaki dan pengendara melewati daerah Tayouneh, pinggiran selatan ibu kota Beirut pada Jumat (15/10/2021), sehari setelah bentrokan mematikan. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Arab Saudi, Jumat (15/10/2021) berharap kondisi Lebanon kembali normal, seusai serangan bersenjata jalanan meletus di Beirut.

Arab Saudi mengikuti peristiwa di Lebanon dengan cermat setelah baku tembak di Beirut menewaskan enam orang pada Kamis (14/10/2021).

Dilansir ArabNews, Kerajaan berharap situasi akan stabil sesegera mungkin dan Arab Saudi mendukung rakyat Lebanon.

Kerajaan mengharapkan keamanan dan perdamaian yang berlaku di Lebanon dengan mengakhiri penggunaan senjata di luar kerangka negara.

Tetapi, memperkuat negara Lebanon dengan cara yang menguntungkan seluruh penduduk Lebanon, tanpa kecuali.

Dikatakan, rakyat Lebanon layak mendapatkan tanah air yang stabil, pertumbuhan ekonomi dan keamanan.

Baca juga: Stadion Lebanon Berubah Total, Dari Pertandingan Sepak Bola Menjadi Gudang Tepung

Protes diorganisir oleh Hizbullah dan sekutunya terhadap hakim yang memimpin penyelidikan ledakan pelabuhan besar-besaran tahun lalu.

Banyak yang terluka dalam pertempuran jalanan di ibu kota antara Hizbullah dan pendukung yang berafiliasi dengan Amal dan lainnya yang identitas politiknya tidak diketahui.

Sebelumnya, Presiden Lebanon Michel Aoun bersumpah, mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan akan dimintai pertanggungjawaban.

Baca juga: Bentrokan Bersenjata Pecah di Jalanan Beirut, Korban Terus Berjatuhan

Berbicara dalam pidato yang disiarkan televisi setelah penembakan yang menewaskan enam orang dan melukai puluhan lainnya, Aoun mengatakan:

“Saya tidak dapat menerima, senjata sekali lagi menjadi sarana komunikasi di antara saingan Lebanon.”

Dia menambahkan kekerasan akan tunduk pada keamanan dan tindak lanjut peradilan.

Dia tidak akan membiarkan kekerasan terjadi lagi dalam keadaan apapun.

Presiden menggambarkan peristiwa yang terjadi di Beirut sebagai tidak dapat diterima.

Dia mengatakan tidak akan membiarkan siapa pun menyandera Lebanon untuk kepentingan mereka sendiri.

Perdana Menteri Lebanon, mengumumkan Jumat (15/10/2021) menjadi hari berkabung nasional.(*)

Baca juga: Hizbullah Tuduh AS Ikut Campur Penyelidikan Ledakanan Pelabuhan Beirut

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved