Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Internasional

Hizbullah Tuduh AS Ikut Campur Penyelidikan Ledakanan Pelabuhan Beirut

Kelompok Hizbullah Lebanon, Rabu (13/10/2021) menuduh Amerika Serikat (AS)ikut campur dalam penyelidikan ledakan besar pelabuhan Beirut.

Editor: M Nur Pakar
AFP/JOSEPH EID
Satu kapal singgah di Pelabuhan Beirut, Lebanon yang hancur diguncang ledakan amoniak nitrat pada Rabu (12/8/2020). 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Kelompok Hizbullah Lebanon, Rabu (13/10/2021) menuduh Amerika Serikat (AS)ikut campur dalam penyelidikan ledakan pelabuhan Beirut.

Tanggapan anggota parlemen Hizbullah, Hassan Fadallah terhadap juru bicara Departemen Luar Negeri AS datang di tengah krisis yang sedang terjadi.

Dimana, penyelidikan dihentikan sementara waktu di tengah tantangan hukum dari terdakwa terhadap penyidik ​​utama Hakim, Tarek Bitar, seperti dilansir AP, Rabu (13/10/2021).

Komentar pejabat AS itu menjadi pelanggaran baru terhadap kedaulatan Lebanon.

Dia mengungkapkan tingkat campur tangan AS untuk mengendalikan dan mengarahkan penyelidikan.

Komentar Hizbullah adalah yang pertama secara langsung.

Menuduh Washington ikut campur dan mendikte bagaimana seharusnya penyelidikan pelabuhan.

Baca juga: Hakim Lebanon Bekukan Penyelidikan Ledakan Dahsyat Pelabuhan Beirut, Mantan Menteri Tolak Diperiksa

Mereka menandakan eskalasi kampanye terhadap hakim berusia 46 tahun yang menurut kelompok hak asasi ingin mendiskreditkan penyelidikan.

Bitar menjadi hakim kedua yang memimpin penyelidikan yang menyebabkan ribuan ton amonium nitrat di Pelabuhan Beirut meledak.

Dia mendapat kecaman keras dari para politisi Lebanon, karena yang mereka katakan sebagai jalur investigasi yang dipolitisasi dan bias.

Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, meminta agar Bitar diganti.

Keluarga korban telah berkumpul di belakang Bitar, mencela upaya untuk menggagalkan dan mempolitisasi penyelidikan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price Selasa (12/10/2021) malam mengkritik komentar Nasrallah.

Price mengatakan Washington mendukung independensi peradilan Lebanon.

“Hakim harus bebas dari ancaman dan intimidasi, termasuk (Hizbullah),” kata Price.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved