Breaking News:

Kesehatan

Manfaat Luar Biasa Serai Menurut dr Zaidul Akbar, Penyakit Autoimun Bisa Disembuhkan, Begini Caranya

Serai merupakan tumbuhan yang banyak manfaat, selain dijadikan sebagai bumbu dapur, serai juga bisa mengobati penyakit autoimun.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
Freepik
Serai, salah satu tumbuhan yang dapat mengobati penyakit autoimun menurut dr Zaidul Akbar. 

SERAMBINEWS.COM - Serai merupakan tumbuhan yang banyak manfaat, selain dijadikan sebagai bumbu dapur, serai juga bisa mengobati penyakit autoimun menurut dr Zaidul Akbar.

Menurut pakar pengobatan herbal ala Rasulullah SAW, dr Zaidul Akbar menyebutkan jika daun serai bisa mengobati penyakit autoimun.

Simak penjelasan praktisi ahli kesehatan sekaligus pendakwah, dr Zaidul Akbar berikut tentang khasiat  serai dan cara mengolahnya untuk menyembuhkan penyakit autoimun, dikutip Serambinews.com dari kanal YouTube Bisikan.com, Jumat (15/10/2021).

Dokter (dr) Zaidul Akbar
Dokter (dr) Zaidul Akbar (Tangkapan layar kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official)

Mengawali pembahasannya, dr Zaidul Akbar terlebih dulu menceritakan pengalaman seorang wanita yang mengidap penyakit autoimun selama lima tahun.

Wanita tersebut lantas mengonsumsi obat yang mengandung steroid untuk meringankan penyakit autoimun yang dideritanya. 

Baca juga: Cita Citata Mengaku Jalani Pengobatan Alternatif, Sakit Autoimun yang Ia Derita Sembuh, Ini Caranya

Namun kata dr Zaidul Akbar, obat steroid ini memiliki efek samping yang sangat besar dan akan berbahaya jika dikonsumsi terus menerus.

"Dia kena autoimun sudah hampir 5 tahun, tiap hari dia memang minum steroird. Autoimun itu di dunia medis obatnya steroid nggak ada yang lain," kata dr Zaidul Akbar.

"Steroid itu efek sampingnya jauh lebih besar daripada efek baiknya. Mungkin kalau perbandingan 1 banding 50 mungkin antara efek baiknya sama efek buruknya," lanjutnya.

Singkat cerita kata dr Zaidul Akbar, wanita pengidap penyakit autoimun tersebut akhirnya sudah mengalami monopause, padahal usianya masih 43 tahun.

Lebih lanjut, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro ini menyarankan kepada wanita tersebut agar tidak terlalu bergantung pada obat-obatan terutama obat kimia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved