Senin, 4 Mei 2026

Sepak Bola

Presiden Bayern Munich Herbet Hainer Tolak Ide Piala Dunia Dua Tahunan FIFA

Presiden Bayern Munich Herbert Hainer menolak rencana FIFA menggelar Piala Dunia dua tahunan. Dia menjadi tokoh sepak bola terkenal terbaru yang

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Sven Hoppe
Presiden Bayern Munich Herbert Hainer menentang gagasan mengadakan Piala Dunia setiap dua tahun sekali. 

SERAMBINEWS.COM, MUNICH - Presiden Bayern Munich Herbert Hainer menolak rencana FIFA menggelar Piala Dunia dua tahunan.

Dia menjadi tokoh sepak bola terkenal terbaru yang mengkritik gagasan FIFA untuk menggelar final Piala Dunia setiap dua tahun sekali.

"Anda tidak boleh mengorbankan sepak bola di atas kepentingan uang," ujarya.

"Pemain, pelatih, semua orang yang memikul tanggung jawab di klub mengeluh dan mengeluh tentang terlalu banyak pertandingan," jelasnya.

"Sekarang ritme Piala Dunia harus ditingkatkan lagi? tanyanya,

"Itu sama sekali tidak masuk akal," kata Hainer kepada majalah bola Jerman edisi Kamis (21/10/2021).

Baca juga: IOC Khawatirkan Pelaksanaan Olimpiade, Sampaikan Keberatan Piala Dunia Dua Tahunan FIFA

"Kami harus memikirkan kesehatan para pemain," tegasnya.

Pada Rabu (20/10/2021) Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan ingin menemukan konsensus sebelum pertemuan puncak 20 Desember 2021.

Namun, Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) menentang Piala Dunia setiap dua tahun sekali.

Topik itu terus memanas mengingat berbagai kepentingan yang dipertaruhkan, antara klub dan tim nasional, liga domestik dan kompetisi internasional.

Hainer mengatakan FIFA tidak boleh mengutak-atik jadwal final global saat ini setiap empat tahun sekali.

"Iramanya telah membuktikan dirinya selama beberapa dekade," kata bos Bayern, yang telah enam kali juara Eropa.

Baca juga: Uni Emirat Arab Kembali Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub Pada Awal 2022

"Piala Dunia menjadi salah satu acara olahraga terbesar di dunia," tegasnya.

Dia mengkhawatirkan usulan FIFA pada akhirnya dapat menyebabkan kejenuhan berlebihan.

Sehingga, akan merusak sepak bola dalam jangka panjang.

Dia juga percaya, jika putaran final Piala Dunia putra diadakan setiap dua tahun, maka minat terhadap turnamen putri akan berkurang.

Dia mendesak FIFA untuk tidak hanya memikirkan keuntungan finansial.

Baca juga: Media Eropa Kecam Keras Demokrasi FIFA, Pemain Sebagai Produk, Bukan Manusia

"Tentu saja, ide ini juga tentang menghasilkan pendapatan tambahan, dan uang memainkan peran penting dalam olahraga profesional," katanya.

"Tapi Anda tidak boleh mengorbankan sepak bola di atas kepentingan finansial," ujarnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved