Sepak Bola
IOC Khawatirkan Pelaksanaan Olimpiade, Sampaikan Keberatan Piala Dunia Dua Tahunan FIFA
Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyampaikan keberatan ke FIFA atas rencana Piala Dunia dua tahunan. Presiden IOC Thomas Bach sebelumnya
SERAMBINEWS.COM, JENEWA - Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyampaikan keberatan ke FIFA atas rencana Piala Dunia dua tahunan.
Presiden IOC Thomas Bach sebelumnya mengatakan tidak akan ikut campur dalam diskusi itu.
Tetapi, organisasinya turun tangan mulai Sabtu (16/10/2021) dengan pertemuan di Athena untuk merinci keberatan yang dibagikan dengan pemangku kepentingan sepak bola.
Dilansir AFP, Senin (18/10/2021), bentrokan dalam jadwal dengan olahraga lain, Piala Dunia pria membayangi edisi turnamen wanita.
Bahkan, ketegangan besar lebih lanjut pada kesejahteraan seluruh atlet, kata IOC setelah pertemuan dewan eksekutif.
IOC tidak merujuk pada potensi bentrokan Piala Dunia-Olimpiade di masa depan.
Baca juga: FIFA Targetkan Dapatkan Keuntungan Berlipat Ganda dari Piala Dunia Qatar 2022
Tetapi, berpotensi segera setelah 2028 ketika Pertandingan Musim Panas diselenggarakan di Los Angeles, AS.
IOC memang mengkritik taktik FIFA dalam mempromosikan proyek Piala Dunia dua tahunan dengan mencatat konsultasi yang lebih luas di sepak bola tidak terjadi.
FIFA mengungkapkan rencana rincinya bulan lalu, setelah bertemu dengan para pemain pensiunan.
Dengan tujuan menyusun ulang kalender kompetisi sepak bola internasional dengan Piala Dunia dua tahunan pria dan wanita.
Usulan yang didukung kuat oleh presiden FIFA Gianni Infantino diumumkan sebelum secara resmi berkonsultasi dengan federasi Eropa dan Amerika Selatan.
Badan pengatur wilayah tersebut, UEFA dan CONMEBOL, memperingatkan boikot Piala Dunia jika FIFA melanjutkan rencananya.
Sedangkan IOC mengutip tenis, bersepeda, golf, senam, renang, atletik, Formula Satu dan banyak lainnya sebagai olahraga yang akan dipengaruhi oleh Piala Dunia dua tahunan.
Baca juga: FIFA Tetap Berupaya Mendapat Dukungan Pelaksanaan Piala Dunia Dua Tahunan
"Ini akan merusak keragaman dan perkembangan olahraga selain sepak bola," kata badan Olimpiade itu.
FIFA, yang jadwal Piala Dunia berikutnya pada 2022 dan 2026, belum menentukan keinginan untuk tetap berada di tahun genap untuk Piala Dunia pria dua tahunan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/upacara-penutupan-olimpiade-tokyo-2020-dimeriahkan-dengan-kembang-api-di-sekitar-stadion-olimpiade.jpg)