Suplai BBM
Suplai Solar ke SPBU di Banda Aceh dan Aceh Besar Kembali Normal
Truk dan bus penumpang yang telah berlangganan tetap mendapatkan solar pada sebuah SPBU, ungkap Erewan, ketika di SPBU Langganan tetapnya tidak ada st
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengiriman solar subsidi dari Depo Pertamina ke SPBU di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, Kamis (21/10/2021) sudah kembali normal.
Setiap SPBU dikirim 16 Kilo Liter (KL) atau 16.000 liter, sebelumnya hanya 8 Kilo Liter (KL) atau 8.000 liter.
Erwan, seorang petugas pengawas SPBU di Luengbata mengatakan, untuk menghilangkan antrian panjang solar subsidi di sejumlah SPBU di Kota Banda Aceh, Pertamina harus mensuplai jenis bahan bakar tersebut ke SPBU minimalnya sesuai kebutuhan hariannya yaitu 16 KL.
Kalau Pertamina mengirim solar subsidi (bio solar), di bawah kebutuhan setiap SPBU, pasti akan terjadi krisis dan antrian panjang mobil truk barang dan penumpang.
Truk dan bus penumpang yang telah berlangganan tetap mendapatkan solar pada sebuah SPBU, ungkap Erewan, ketika di SPBU Langganan tetapnya tidak ada stok solar subsidi, pasti ia akan mencari solar subsidi (bio solar) ke SPBU lainnya.
“Kondisi itu yang membuat antrian pembelian solar subsidi menjadi panjang di sejumlah SPBU di Banda Aceh,”ujar Erwan.
Baca juga: Polsek Ranto Peureulak Aceh Timur Tangkap Tersangka Pengedar Sabu, Satu Rekannya Berhasil Kabur
Untuk Kota Banda Aceh, kata Erwan, hanya dua SPBU yang pembelian solar subsidinya tinggi, yaitu SPBU Lungbata dan SPBU Batoh. Dua SPBU ini punya langganan tetap pengisian solar subsidi, yaitu bus penumpang besar dan truk tronton angkutan barang.
Jadi, bila dari salah satu SPBU ini, pengiriman solar subsidsinya berkurang, maka akan terjadi krisis solar subsidi di dua SPBU tersebut.
Tapi sebaliknya, bila di kedua SPBU ini, suplai solar subsidinya sesuai kebutuhan, tidak akan terjadi kelangkaan solar atau antrian panjang.
Buktinya, ungkap Erwan, sejak hari Rabu dan hari Kamis, pertamina mensuplai solar ke SPBU Luengbata, sebanyak 16 KL, kondisi antrian panjang truk dan bus penumpang, sudah tidak ada lagi, karena solar yang dikirim Pertamina, cukup untuk memenuhi permintaan solar subsidi dari bus dan truk barang.
Informasi yang kami terima dari pihak supir tanki pengangkut solar subsidi, kenapa pengiriman solar dari Depo Pertamina ke SPBU terlalu lama, karena stok solar di Depo Pertamina Krueng Raya, sudah menipis, maka untuk mengatasi krisis solar subsidi yang terjadi di Banda Aceh dan Aceh Besar, sebagian harus diambil dari Depo Pertamina di Lhokseumawe.
“Jarak Depo Pertamina Lhokseumawe dengan Kota Banda Aceh 250 Km, wajar saja, pasokan solar subsidinya dari Lhokseumawe ke SPBU Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, baru tiba pada malam hari,” ujar Erwan.
Ketua Komisi II DPRA, Irpannusir yang membidangi ekonomi mengatakan, kekurangan suplai solar subsidsi dari Depo Pertamina ke sejumlah SPBU di Aceh, karena pertamina tidak siap menghadapi kenaikannya permintaan solar subsidi, mulai bulan September - Oktober 2021 ini.
Baca juga: Polsek Ranto Peureulak Aceh Timur Tangkap Tersangka Pengedar Sabu, Satu Rekannya Berhasil Kabur
Sejak bulan September – Oktober ini, dampak dari menurunnya kasus covid 19, kata Irpannusir, telah membuat aktivitas kegiatan usaha di berbagai sektor kembali meningkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/antrean-beli-bbm_20170829_094337.jpg)