Sabtu, 25 April 2026

Internasional

Tahanan Palestina Akhiri Mogok Makan Sembilan Hari di Penjara Israel

Sekelompok pejuang Palestina mengakhiri mogok makan yang telah digelar sembilan hari pada Jumat (22/10/2021).

Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang petugas polisi menghalangi wartawan yang mencoba meliputi penyelidikan pelarian tahanan Palestina. 

SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Sekelompok pejuang Palestina mengakhiri mogok makan yang telah digelar sembilan hari pada Jumat (22/10/2021).

Mereka mengatakan tuntutan telah dipenuhi pihak Israel.

Dilansir AP, seorang pejabat Israel membantah klaim para tahanan tersebut.

Kelompok Jihad Islam mengatakan pihak berwenang Israel setuju membatalkan hukuman finansial.

Kemudian, relokasi gerilyawan yang dipenjara ke sayap tempat anggota faksi lain ditahan.

Kelompok itu mengatakan 250 tahanan mengambil bagian dalam pemogokan.

Baca juga: Hamas Peringatkan Israel Perang Susulan Bakal Terjadi, Kecuali Akhiri Pendudukan atas Palestina

Seorang pejabat penjara Israel membantah kesepakatan telah dicapai.

Israel mengatakan jumlah pemogok makan sangat dilebih-lebihkan, memuncak pada sekitar 40 orang pada awal pekan ini.

Pejabat penjara berbicara dengan syarat anonim sesuai dengan peraturan.

Warga Palestina yang ditahan di penjara Israel mengorganisir diri mereka sendiri oleh faksi politik.

Sehingga, memenangkan konsesi dari Israel selama beberapa tahun terakhir melalui mogok makan.

Saat ini ada enam pemogok makan Palestina menuntut pembebasan dari apa yang disebut penahanan administratif.

Baca juga: AS Berharap Kesepakatan Abraham Accords Akan Membantu Penyelesaian Masalah Israel-Palestina

Sebuah kebijakan di mana Israel menahan warga Palestina selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun tanpa tuduhan dengan alasan keamanan yang dirahasiakan.

Jihad Islam adalah salah satu kekuatan pendorong di balik kerusuhan penjara bulan lalu yang dipicu oleh pelarian enam narapidana dari fasilitas keamanan tinggi.

Lima dari enam anggota kelompok itu, yang dianggap Israel dan negara-negara Barat sebagai organisasi teroris.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved