Pertashop

Usaha Pertashop Pertamina Diminati Masyarakat Gampong

Omzet penjualan pertamax, di lokasi pertashopnya berkisar 400-700 liter per hari dan mayoritas konsumennya sepeda motor, tapi ada juga mobil.

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Foto Dok Desa
Perangkat Kampung Blang Sentang, Bukit, Bener Meriah melihat usaha Pertashop di Desa Tingkeum Manyang, Kutablang Bireuen. 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Edian Amri adalah salah seorang pedagang kebutuhan pokok dan penjual eceran bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin/premium di Gampong Buntul Peteri, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.

Pedagang kebutuhan pokok dan eceren bensin itu, di awal tahun 2021 ini, ditawari pihak pertamina untuk buka usaha Pertashop, yaitu usaha jual eceran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax.

Untuk menjual Pertamax, Pertamina memberikan keuntungan Rp 850/liter. Pertamax harus dijual di Pertashop sama dengan harga di SPBU saat ini Rp 9.000/liter.

Untuk melaksanakan bisnis Pertashop itu, Pertamina meminta Edian Amri, untuk mencari lokasi baru dekat tempat tinggalnya, tapi harus berada di pinggir jalan besar kecamatan.

Baca juga: FIFA Tetap Bersikeras Kampanyekan Piala Dunia Tahunan, Usulan Arab Saudi Harus Diwujudkan

Tujuannya, supaya mobil tanki Pertamina nanti mudah mengantar Pertamax ke lokasi penjualan BBM tersebut.

Setelah menerima penjelasan dari pihak Pertamina, Edian Amri, agak ragu, tapi karena pertimbangan legalitas membuka usaha Pertashop itu jelas, modal yang dibutuhkan terjangkau dan keuntungannya menjanjikan, akhirnya pedagang kebutuhan pokok itu, bersedia membuka outlet pertashop BBM jenis Pertamax di Gampong Buntul Peteri, Kecamatan Permata Bener Meriah.

Pertashop milik Edian Amri, di Gampong Buntul Peteri, Kecamatan Permata, sudah operasi sejak April 2021 sampai saat ini.

Omzet penjualan Pertamax, di lokasi pertashopnya berkisar 400-700 liter per hari dan mayoritas konsumennya sepeda motor, tapi ada juga mobil.

Dengan omzet penjulan tersebut, ia bisa menerima keuntungan kotor sekitar Rp 17,5 juta/bulan.

Atlet Squash Aceh Ikut Seleksi Nasional di Jakarta, Persiapan Asian Team Championship Tahun 2021

Dengan keuntungan kotor sebesar itu, menurut pihak Pertamina, investasi yang ditanamkan Edian Amri, untuk membangun pertashop, bisa kembali dalam waktu antara 2-3 tahun.

Pengalaman dan kenikmatan yang serupa juga sudah dirasakan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen.

Di daerah tersebut, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium/bensin, semula dilayani oleh kios-kios pegecer bensin yang ada di desa tersebut.

Namun setelah berdiri Pertashop Pertamina di gampong tersebut, banyak konsumen yang beralih membeli Pertamax, karena kualitas minyaknya bagus, takarannya pas dan harga jualnya sama dengan harga jual di PBU yaitu Rp 9.000/liter.

Omzet penjualan Pertamax di Pertashop Pertamina, Gampong Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, saat ini sudah mencapai antara 750 – 800 liter/hari.

Baca juga: Kemendagri dan Pertamina Hadirkan Program Pertashop di Desa

Kehadiran Pertashop di Gampong Tingkeum itu, menjadi percontohan bagi gampong lain di Aceh Utara untuk studi banding dan mendirikan hal yang sama.

Sales Menejer Pertamina Aceh, Soni Indro Prabowo menjelaskan, bagi masyarakat yang menginginkan mendirikan pertashop di gampongnya, bisa mendaftar di website https://kemitraan.pertamina.com.

Selanjutnya, jika masyarakat membutuhkan informasi tambahan dan berkoordinasi langsung dengan pihak Pertamina, melalui jalur komunikasi resmi ke kantor Pertamina yang ada di daerah ini.

Undian Playoff Piala Dunia Zona Eropa Ditetapkan 26 November 2021

Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pencaloan dan penipuan yang bisa merugikan para calon mitra.

Soni menjelaskan, sampai saat ini, sudah 64 unit Pertashop Pertamina yang beroperasi di Aceh, terutama di wilayah pesisir pantai timur-utara, wilayah tengah dan pantai barat – selatan Aceh.

Sedangkan untuk Simeulue dan Sabang belum ada yang mengajukan. Sedangkan yang sudah mengajukan permohonan untuk pendirian Pertashop sampai saat ini yang sedang diproses jumlahnya sudah mencapai 150 orang.

Untuk membangun pertashop pertamina, kata Soni, pemohon minimal harus menyediakan tanah di pinggir jalan besar kecamatan seluas 200 m2 dan dana pembelian modul minimal seharga Rp 250 juta, dengan kapasitas tangki 3.000 liter, dispenser pompa dan peralatan pendukung lainnya.

Jenis BBM yang ditawarkan pertamina untuk di jual di Pertashop, sementara ini hanya dua jenis yaitu Pertamax Rp 9.000/liter dan Dexlite Rp 9.500/liter, dengan keuntungan per liternya diberikan Rp 850.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved