Internasional

Jet Tempur Ethiopia Gempur Pemberontak Tigray

Jet tempur Ethiopia melancarkan serangan udara ke pemberontak barat Tigray pada Minggu (24/10/2021).

Editor: M Nur Pakar
AFP
Kepulan asap membumbung tinggi dari serangan jet tempur Ethiopia di kawasan Tigray, Minggu (24/10/2021). 

SERAMBINEWS.COM, ADDIS ABABA - Jet tempur Ethiopia melancarkan serangan udara ke pemberontak barat Tigray pada Minggu (24/10/2021).

“Hari ini front barat (Mai Tsebri) yang menjadi posko pelatihan dan komando kelompok teroris TPLF menjadi sasaran serangan udara,” kata juru bicara pemerintah Selamawit Kassa,

Dia merujuk pada Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), seperti dilansir AFP.

Pemerintah Perdana Menteri Abiy Ahmed telah terkunci dalam perang melawan TPLF sejak November 2020.

Meskipun Tigray sendiri hanya mengalami sedikit pertempuran sejak akhir Juni 2021.

Baca juga: Konflik Tigray Telah Tewaskan Ribuan Orang, Ratusan Ribu Orang Kelaparan 

Ketika pemberontak menguasai sebagian besar wilayah paling utara Ethiopia dan sebagian besar militer mundur.

Tetapi pada Senin (18/10/2021), angkatan udara Ethiopia melancarkan dua serangan di ibu kota Tigray, Mekele.

Menurut PBB, serangan itu menewaskan tiga anak dan melukai beberapa orang lainnya.

Sejak itu ada tiga serangan udara lagi di Mekele.

Satu serangan menargetkan gudang senjata di kota Agbe, sekitar 80 kilometer ibu kota.

Serangan itu bertepatan dengan peningkatan pertempuran di wilayah Amhara, selatan Tigray.

Baca juga: Keadaan Hidup di Tigray Ethiopia, 1,2 Juta Warga Alami Kelaparan dan 33 Ribu Anak Idap Gizi Buruk

Mereka telah mendapat teguran dari kekuatan Barat.

AS pekan lalu mengutuk “eskalasi kekerasan yang terus berlanjut, menempatkan warga sipil dalam bahaya.

Sebuah serangan di Mekele memaksa penerbangan PBB yang membawa 11 personel kemanusiaan kembali ke ibukota Ethiopia Addis Ababa.

PBB mengumumkan menangguhkan penerbangan dua kali seminggu ke wilayah tersebut.

Konflik telah memicu ketakutan akan kelaparan yang meluas.

PBB memperkirakan telah mendorong 400.000 orang di Tigray ke dalam kondisi seperti kelaparan.(*)

Baca juga: Dewan Keamanan PBB Prihatinkan Kondisi Kemanusiaan di Tigray, Dari Pemerkosaan Sampai Pembunuhan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved