Selasa, 19 Mei 2026

Internasional

Rusia Kembali Laporkan Kasus Harian Covid-19 Tertinggi, Pekerja Diminta Tetap di Rumah

Pemerintah Rusia melaporkan kasus Covid-19 tertinggi pada Senin (25/10/2021). Lonjakan infeksi telah mendorong Kremlin meminta sebagian besar orang u

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP/Alexander Zemlianichenko
Petugas medis yang mengenakan pakaian khusus untuk melindungi diri dari virus Corona memberikan pengarahan saat merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Klinik Kota Moskow, Rusia, Selasa (19/10/2021). 

SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Pemerintah Rusia melaporkan kasus Covid-19 tertinggi pada Senin (25/10/2021).

Lonjakan infeksi telah mendorong Kremlin meminta sebagian besar orang untuk menjauh dari pekerjaan mulai akhir pekan ini.

Gugus tugas virus Corona Rusia menghitung 37.930 kasus baru yang dikonfirmasi dalam 24 jam, jumlah tertinggi sejak awal pandemi.

Dilansir AP, gugus tugas juga melaporkan 1.069 kematian akibat Covid-19 pada periode yang sama, lebih sedikit dari rekor 1.075 yang dicapai akhir pekan lalu.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan warga Rusia untuk tidak bekerja dari 30 Oktober sampai 7 November 2021.

Tanggal itu bertepatan dengan libur panjang.

Baca juga: Kasus Covid-19 Kian Parah di Rusia, Ibu Kota Terpaksa Lockdown Satu Pekan

Selama rentang waktu itu, sebagian besar organisasi negara dan bisnis swasta, kecuali yang mengoperasikan infrastruktur utama dan beberapa lainnya, akan berhenti bekerja.

Di beberapa dari 85 wilayah Rusia di mana situasinya sangat buruk.

Putin mengatakan periode non-kerja dapat dimulai lebih awal dan diperpanjang melampaui 7 November 2021.

Enam di antaranya, Kursk, Nizhny Novgorod, Novgorod, Perm, Samara, dan Voronezh.

Pejabat di Moskow memerintahkan pusat kebugaran, sebagian besar tempat hiburan dan sebagian besar toko tutup selama 11 hari.

Termasuk taman kanak-kanak dan sekolah.

Restoran dan kafe hanya akan buka untuk pesanan bawa pulang atau pesan antar selama periode tersebut.

Toko makanan dan apotek tetap buka.

Baca juga: Vladimir Putin Perintahkan Liburan Berbayar Sepekan, Usai Angka Kematian Covid-19 Melonjak

Akses ke museum, teater, ruang konser, dan tempat-tempat lain akan dibatasi untuk mereka yang memegang kode digital di ponsel cerdas setelah 7 November 2021.

Putin juga mengatakan kepada pejabat setempat untuk memerintahkan orang yang tidak divaksinasi di atas 60 tahun untuk tinggal di rumah.

Kemudian, harus menutup klub malam dan tempat hiburan lainnya.

Pihak berwenang Rusia berharap rentang waktu itu akan membantu membatasi penyebaran virus Corona.

Terutama selama menjauhkan orang dari kantor dan transportasi umum, di mana pemakaian masker mulai diabaikan warga.

Secara keseluruhan, Rusia telah mencata lebih dari 8,2 juta kasus virus Corona dengan 231.669 kematian.

Jumlah itu merupakan kematian tertinggi di Eropa dan kelima di dunia setelah Amerika Serikat, Brasil, India, dan Meksiko.

Baca juga: Putin Sarankan Erdogan Gunakan Vaksin Sputnik V, Antibodi Sangat Tinggi

Pemerintah menyalahkan lonjakan terbaru dan kematian akibat vaksinasi yang rendah.

Terutama, sikap masyarakat yang lemah untuk mengambil tindakan pencegahan.

Hanya sekitar 45 juta orang Rusia, sekitar sepertiga dari hampir 146 juta penduduk negara itu telah divaksinasi sepenuhnya.

Padahal, Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mengesahkan vaksin virus Corona, meluncurkan Sputnik V pada Agustus 2020, dan memiliki persediaan berlimpah.

Tetapi pendistribusian vaksin lambat, sebagian disebabkan oleh sinyal yang saling bertentangan dari pihak berwenang.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved