Berita Pidie Jaya
Dayah Jeumala Amal Pijay Launching Kebun Organik, Begini Kata Ahli Rotgen Bumi ITB
15 persen dana operasional DJA dengan jumlah santri yang dimiliki saat ini sebanyak 1.600 orang.
Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati
15 persen dana operasional DJA dengan jumlah santri yang dimiliki saat ini sebanyak 1.600 orang.
Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Dayah Jeumala Amal (DJA) Loeeng Poetoe, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya (Pijay) Rabu (27/10/2021) resmi melaunching kebun organik.
Kebun organik itu terletak di Gampong Tua Lada, Kemukiman Langgien dengan ruas areal 2 Ha.
Kebun Organik dengan berbagai jenis tanaman muda ini dimaksudkan untuk mengakomodir 15 persen dana operasional DJA dengan jumlah santri yang dimiliki saat ini sebanyak 1.600 orang.
Ketua Yayasan DJA Loeeng Poetoe, Kecamatan Bandar Baru, Pijay Teuku Umar Laksama SE MBA
kepada Serambinews.com, Rabu 27/10/2021) mengatakan, lauching kebun organik ini secara khusus pihak DJA mengundang guru besar Institut Tehnologi Bandung (ITB) selaku ahli Rotgen Bumi dan Seismologi, Prof Dr Ir Eng Teuku Abdullah Sanny MSc untuk memberikan motivasi kepada para dewan guru dan santri.
"Terutama dalam usaha menghidupkan geliat perekomian operasional dayah lewat kebun organik yang di cetuskan pada lahan 2 Ha sebagai langkah awal,"sebutnya.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Turun, Berikut Rinciannya
Patut disadari sumber kehidupan manusia pada intinya berasal dari alam dan juga musti kembali kepada alam.
Maka pengelolaan alam ini lewat berbagai hasil alamlah dapat menghidupkan 'Kran' ke depan lewat pengembangan perekonomian pada sektor pertanian atau alam.
Karenanya DJA sangat yakin upaya kebun organik ini dapat menumbuhkan 'Imun' keuangan dengan target diatas 15 persen terlebih ditengah wabah pandemi Covid-19 ini.
"Termasuk dalam hal ini pihak dayah juga turut menanami tiga jenis tanaman Batoa yaitu, Emme Bhanggahe (Matoa kulit merah), Emme Anokhong (Matoa kulit hijau) dan Emme Khabhelaw (Matoa kulit kuning) pada segenap lahan komplek dayah sebagai penyangga ekonomi dari bantuan Yayasan Pendidikan Shidiyyatul Amaliyyah Buya H Sofyan Raz,"ujarnya.
Baca juga: Dulu Nekat Oplas, Lucinta Luna Kini Ngaku Takut Dosa: Ya Allah Bisa Sih Gak Gue Balik Lagi?
Secara terpisah Prof Dr Ir Eng Teuku Abdullah Sanny MSc kepada Serambinews.com, Rabu (17/10/2021) memberikan bantuan secara khusus untuk penguatan dalam penguasaan tehnologi penguasaan alam atau tanah dalam memberdayakan perekonomian terutama dalam memontivasi sekaligus menghidupkan industri pangan.
"Saat ini mengubah ekonomi adalah orang yang mudah menguasai dunia lewat tehnologi.
Maka, dalam menghidupkan geliat ekonomi umat diperlukan penguasaan termasuk dalam kebun organik ini,"jelasnya.
Menurut alumnus Doktor Kyoto University , Kota Jepang itu bahwa tanah mempunyai karakter dengan berbeda beda dalam menghidupi berbagai jenis tanaman baik untuk tomat, bawang, jagung, kacang panjang serta yang lainnya.
"Jadi penerapan ilmu ta ah untuk dunia pertanian ini patut terus kita Kembangkan di DJA nantinya,"ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/f1027idrs.jpg)