Selebriti
Makin Dekat Hari H Pernikahan, Teuku Ryan dan Ria Ricis Mengaku Tak Khawatir
Pernikahan adalah hal yang sakral. Ia adalah bukti tanggungjawab seorang lelaki untuk wanita yang dicintai.
Pernikahan adalah hal yang sakral. Ia adalah bukti tanggungjawab seorang lelaki untuk wanita yang dicintai.
SERAMBINEWS.COM- Setelah menjalani taaruf Teuku Ryan dan Ria Ricis akan menuju ke pelaminan.
Hari bahagia itu sudah dekat, meski enggan diekspose tanggalnya namun dikabarkan berlangsung bulan depan.
Youtuber Ria Ricis sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan dengan Teuku Ryan.
Jelang pernikahan Ria Ricis mengaku tak khawatir. Pasalnya persiapan sudah dilakukan.
Namun adik Oki Setiana Dewi ini mengaku mungkin saat menjelang hari H baru khawatir.
"Kalau sekarang belum ya, mungkin jelang hari-H," kata Ria Ricis sambil tertawa.
Sementara Teuku Ryan menuturkan persiapan pernikahannya dengan Ria Ricis sebentar lagi rampung.
Teuku Ryan, meminta doa agar dilancarkan segala urusan sampai hari pernikahannya nanti.
"Alhamdulillah, kita kalau persiapan 80 persen ya. Mohon doanya," ucap Teuku Ryan saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (27/10/2021).
Baca juga: Soal Warisan ke Anak Teddy, Sule Ungkap Tetap Diberi Jika Sudah Gede: Kalau Bayi Belum Bisa
Baca juga: Tissa Biani akan Perankan Fitri di Sinetron Cinta Fitri yang Pernah Dilakoni Shireen Sungkar
Baca juga: Wakil Menteri LHK Alue Dohong Sebut Tantangan Terbesar Saat ini Adalah Pengelolaan Sampah
Teuku Ryan memastikan ada beberapa rangkaian acara, salah satunya seperti pengajian.
Adapun Ria Ricis dan Teuku Ryan melangsungkan acara lamaran di Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/9/2021).
Saat melamar Ria Ricis, Teuku Ryan menyampaikan bahwa ia ingin menjaga serta menjalani suka dan duka secara bersama-sama hingga akhir hayat.
Teuku Ryan juga berjanji bakal menjadi lelaki yang terbaik dan mendukung Ria Ricis dengan penuh kasih serta mencintai hingga akhir usia.
Sementara itu, Ria Ricis menerima lamaran Teuku Ryan dengan penuh haru dan berurai air mata.Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rasa Cemas Ria Ricis Meningkat Jelang Menikah dengan Teuku Ryan",
Pernikahan Di Masa Pandemi
“ Pernikahan adalah hal yang sakral. Ia adalah bukti tanggungjawab seorang lelaki untuk wanita yang dicintai. Bukti bahwa ia adalah sosok yang siap dengan bersumpah dihadapan Allah SWT untuk menyempurnakan separuh agama.”
Menikah di tengah pandemi tentu akan terasa berbeda dibandingkan dalam keadaan normal. Banyak hal yang harus dipertimbangkan mulai dari keamanan, kenyamanan hingga kondisi keuangan.
Lalu hal apa saja agar pernikahan tetap khidmat dan berjalan lancar meski ditengah badai pandemic ? Dikutip Tribun Banten Ini yang harus diperhatikan.
Fokus Pada Kesehatan dan Protokol
Kesehatan adalah faktor penting sebelum menggelar pernikahan. Keluarga dan calon mempelai juga harus dipastikan dalam kondisi sehat. khawatir jika terjad sesuatu nantinya.
Protokol kesehatan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan jika tak ingin bermasalah dengan pihak berwenang atau malah jadi kluster baru penyebaran Covid-19.
Jika memungkinkan, tentukan undangan yang benar-benar akan hadir dan orang-orang terdekat. Perhatikan kapasitas gedung agar tidak terlalu sesak.
Selanjutnya perhatikan jadwal, dan kemungkinan ruang untuk jaga jarak. Siapkan masker dan hand sanitizer sebagai bukti kepatuhan terhadap protokol kesehatan.
Tentukan waktu dan estimasi biaya pernikahan di awal
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan waktu dan estimasi total biaya pernikahan.
Dengan menentukan dua hal ini di awal, maka Anda bisa mengumpulkan dana dengan mudah lewat instrumen investasi yang Ada.
Selain itu, Anda pun bisa mewaspadai bengkaknya pengeluaran yang muncul di kemudian hari.
Pastikan bahwa biaya pernikahan tidak menguras tabungan Anda, yang artinya Anda masih memiliki aset lancar (tabungan, kas, dan setara kas) sebesar minimal 15% dari kekayaan bersih saat ini.
Dari total biaya yang Anda persiapkan, jangan habiskan seluruhnya untuk memilih vendor-vendor penunjang pernikahan.
Alokasikan 10-15% dari total biaya untuk membeli seserahan, dan sisakan sekitar 10-15% lainnya untuk berjaga-jaga ketika ada kebutuhan administratif yang harus dibayar.
Jangan gunakan dana darurat untuk gelar pesta
Ketika dana darurat Anda sudah terkumpul dalam jumlah ideal, hindarilah penggunaan dana tersebut untuk biaya pernikahan.
Fungsi utama dana darurat adalah untuk memitigasi risiko hilangnya pendapatan karena pemutusan hubungan kerja, atau menalangi biaya-biaya operasional sehari-hari yang bersifat darurat. Oleh karena itu, jumlahnya memang harus terjaga sesuai dengan kebutuhan kita.
Jangan berutang demi pesta pernikahan
Pesta pernikahan adalah acara syukuran yang terjadi dalam beberapa jam saja di satu hari. Berutang dengan mengajukan kredit tanpa agunan (KTA) untuk membayar jasa vendor-vendor mahal bukanlah hal yang tepat.
Utang untuk keperluan pernikahan hanya akan menambah liabilitas dan menggerus kekayaan bersih Anda. Patut diketahui bahwa, mengajukan utang ke bank atau lembaga pemberi pinjaman ada bunganya.
Mas Kawin
Mas kawin berupa kepingan emas mungkin akan terlihat elegan dan mentereng ketika didokumentasikan pada acara akad nikah.
Namun di masa pandemi ini, harga emas terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Meski saat ini, sedang mengalami penurunan, tetap saja 1 gram emas di ahir Juni 2021 ini masih dibanderol Rp 973 ribuan per gram, masih terbilang mahal untuk sebagian besar orang.
Bagi Anda yang belum memiliki emas dan masih bingung mencari mas kawin, maka tidak ada salahnya untuk menggunakan saham.
Tepat pada 25 Juni 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.022. Masih banyak saham-saham perusahaan berkapitalisasi raksasa, yang bisa Anda beli dengan harga murah untuk mas kawin.
Namun bila pasangan Anda kurang menyetujui pemberian saham sebagai mas kawin, reksa dana pun bisa menjadi pilihan.
Tentukan tarif Wedding Organizer maksimal 10% dari total biaya pernikahan
Menyelenggarakan pesta pernikahan di masa pandemi adalah hal yang sulit, tanpa bantuan dari pihak profesional. Siapa lagi kalau bukan wedding organizer (WO). WO pun kerap menjadi “nyawa” dari pesta pernikahan Anda.
Namun bukan rahasia lagi bahwa di masa pandemi ini, bisnis jasa WO merupakan bisnis yang terkena dampak karena adanya pengetatan dalam regulasi penyelenggaraan pesta pernikahan akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Minimnya permintaan akan jasa WO akan memunculkan potensi diskon jasa layanan yang diberikan. Alokasikan saja dana maksimal 10% dari total biaya pesta pernikahan Anda untuk kebutuhan WO.
Carilah WO yang ramah, kooperatif, dan sudah berpengalaman dalam menyelenggarakan pesta pernikahan di masa pandemi.
Pilihlah paket jasa yang ditawarkan WO sesuai dengan kebutuhan, dan jangan lupa untuk meminta referensi WO ke kerabat, saudara, atau rekanan Anda.
Bagi wanita, manfaatkan tes makeup untuk kebutuhan pre-wedding
Kebutuhan jasa makeup artist tentu menjadi hal yang sangat vital bagi setiap calon pengantin wanita.
Tidak semua orang cocok dengan gaya atau produk yang ditawarkan oleh satu makeup artist, oleh karena itulah mereka kerap menawarkan tes makeup atau makeup trial ke calon pengantin wanita.
Agar Anda tidak merasa mubazir dengan penggunaan makeup mahal di wajah Anda di masa trial, maka jadwalkan saja pemotretan pre wedding setelah sesi makeup trial. Anda pun tidak perlu keluar biaya tambahan lagi saat prewedding berlangsung.
Hati-hati dengan upacara adat
Dorongan untuk menggunakan upacara adat di pesta pernikahan umumnya muncul dari keluarga, dan demi menghormati keluarga serta adat istiadat tanah kelahiran kita, maka kita memilih untuk menyelenggarakan upacara ini setelah akad.
Namun patut diketahui, semakin banyak upacara adat yang diselenggarakan makin besar pula biaya yang dikeluarkan.
Tidak menutup kemungkinan, besaran biaya upacara adat hampir atau sama dengan biaya catering yang anda pilih. Oleh karena itu, diskusikanlah hal ini dengan baik-baik ke pasangan dan keluarga pasangan.
Ingat, Anda bisa menghemat catering di masa pandemi
Bukan rahasia lagi, catering bisa menjadi porsi pengeluaran terbesar dalam pesta pernikahan.
Guna menghemat pengeluaran ini, Anda bisa mengalokasikan bujet catering maksimal 25% dari total anggaran biaya pernikahan. Rasio umum dalam pemesanan catering adalah 60% untuk buffet dan 40% untuk stall.
Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Jelang Pernikahan Dengan Teuku Ryan, Ria Ricis Mengaku Tak Khawatir, 'Mungkin Jelang Hari H',
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jelang-menikah-ria-ricis-nyumbang-dana-untuk-pembangunan-masjid-al-jannah-di-jakarta-selatan.jpg)