Breaking News:

Berita Aceh Utara

Pemkab Aceh Utara Godok Regulasi Penurunan Stunting, Kedepankan Peran Gampong 

Diharapkan dengan adanya regulasi tersebut, pada tahun 2022 mendatang, Aceh Utara dapat menurunkan stunting secara signifikan. 

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin SKM 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Pemkab Aceh Utara melalui Dinas Kesehatan sedang mempersiapkan Peraturan Bupati ( Perbup) tentang peran gampong dalam penurunan sunting (pendek saat lahir) yang terintegrasi. 

Diharapkan dengan adanya regulasi tersebut, pada tahun 2022 mendatang, Aceh Utara dapat menurunkan stunting secara signifikan. 

“Tujuan perancangan Peraturan Bupati ini adalah dalam rangka mendorong gampong untuk ikut berperan serta dalam penurunan stunting,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin SKM kepada Serambinews.com, Minggu (31/10/2021). 

Dengan adanya regulasi tersebut, ke depan gampong memiliki wewenang dalam pelaksanaan intervensi gizi melalui APBGampong, kemudian peran kecamatan dalam mendukung pemerintah gampong. 

Sehingga nantinya, bukan hanya Dinas Kesehatan saja yang akan menangani persoalan stunting, tapi semua pihak. 

“Sasaran penurunan stunting terintegrasi diutamakan pada intervensi gizi spesifik pada kelompok sasaran keluarga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan intervensi gizi sensitif bagi masyarakat umum, khususnya keluarga,” ujar Amir. 

Baca juga: Dinkes Ukur Ulang Tinggi Badan Balita Stunting, Ini Jumlah Bayi Lahir Pendek di Aceh Utara

Baca juga: Dinkes Aceh Utara Ukur Ulang Balita Stunting

Baca juga: Bireuen Raih Peringkat Satu Penanganan Stunting Seluruh Aceh

Regulasi ini, beber dia, sudah dilakukan berbagai tahapan dan sekarang menunggu koreksi dari Pemerintah Aceh. 

Untuk diketahui, Dinas Kesehatan Aceh Utara dalam dua pekan terakhir ini kembali melakukan pengukuran balita yang mengalami stunting dalam 60 desa di 21 kecamatan dalam kawasan Kabupaten Aceh Utara

Pengukuran ulang tersebut meliputi panjang badan untuk anak di bawah dua tahun dan tinggi badan untuk anak berusia dua tahun ke atas dengan menggunakan alat antropometri.(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved