Pengajian Tastafi

Tgk Sirajuddin Kembali Pimpin Tastafi Aceh Utara, Tgk T Zulfadli Ismail Jabat Sekretaris

Tgk Sirajuddin atau yang akrab disapa Waled Babussalam adalah Pimpinan Dayah Babussalam Al-Hanafiyyah di Kecamatan Matangkuli...

Penulis: Jafaruddin | Editor: Eddy Fitriadi
Dok Panitia 
Ulama di Aceh Utara bermusyawarah untuk memilih ketua dan sekretaris Tastafi Aceh Utara Periode 2021-2026. Ulama di Aceh Utara yang tergabung dalam organisasi Tauhid, Tasawuf dan Fiqih (Tastafi) kembali memilih Tgk Sirajuddin dan Tgk T Zulfadli Ismail SPdI sebagai Ketua dan Sekretaris untuk periode 2021-2026 di Dayah Keumaral Al-Aziziyah Landing, Kecamatan Lhoksukon, dua hari lalu.  

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Ulama di Aceh Utara yang tergabung dalam organisasi Tauhid, Tasawuf dan Fiqih (Tastafi) kembali memilih Tgk Sirajuddin dan Tgk T Zulfadli Ismail SPdI sebagai Ketua dan Sekretaris untuk periode 2021-2026 di Dayah Keumaral Al-Aziziyah Landing, Kecamatan Lhoksukon, dua hari lalu. 

Tgk Sirajuddin atau yang akrab disapa Waled Babussalam adalah Pimpinan Dayah Babussalam Al-Hanafiyyah di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara

Sedangkan Tgk T Zulfadli yang akrab disapa Waled Landing adalah Pimpinan Dayah Keumaral Al-Aziziyah Landing, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara

Tastafi Aceh Utara resmi terbentuk setelah diadakan proses pelantikan yang dihadiri puluhan ribu jamaah pada 3 Oktober 2016 di Kantor Bupati Baru Aceh Utara, Landing Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara

Karena pelantikan perdana tersebut juga dirangkai dengan zikir akbar yang dipimpin  Tgk H Hasanoel Bashry (Abu Mudi/Waled Hasanoel) Pimpinan Dayah Mudi Masjid Raya Samalangan, Bireuen. 

Dalam pemilihan secara musyawarah dua hari lalu tersebut, ulama di Aceh Utara sepakat untuk memilih kembali Waled Sirajuddin dan Waled Landing untuk menakhodai organisasi yang fokus pada pengajian Tauhid (lmu yang mempelajari tentang sifat keesaan Allah). 

Kemudian fokus pada pengajian tasawuf (ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa) dan fiqih (ilmu yang mempelajari hukum yang mengatur mengenai syariat Islam) dan zikir. 

“Alhamdulillah dari 27 Kecamatan di Aceh Utara, kita sudah berhasil membentuk Tastafi di 25 kecamatan,” ujar Sekretaris Tastafi Aceh Utara, Tgk T Zulfadhli kepada Serambinews.com, Minggu (31/10/2021). 

Sedangkan dua kecamatan lagi, Simpang Keuramat dan Nisam Antara dalam proses pembentukan. “Bahkan tastafi di Kecamatan Langkahan, sudah membentuk tastafi sampai ke tingkat desa,” ujar Waled Landing. 

Karena itu diharapkan kecamatan-kecamatan lainnya juga dapat mencontoh seperti yang dilakukan di Langkahan, sehingga semua desa di Aceh Utara memiliki agenda pengajian rutin, setiap pekan atau setiap bulan. 

Karena pengajian dan zikir di Aceh kata Waled Landing, sudah turun temurun dilakukan oleh ulama terdahulu. Untuk itu Tastafi Aceh Utara berharap ke depan semua desa dapat menghidupkan kembali pengajian rutin. 

“Kalau dulu setiap Jumat ada pengajian untuk ibu-ibu, kemudian begitu juga pada malam rabu, juga ada pengajian untuk orang tua pria. Pengajian-pengajian seperti ini yang kita harapkan terus diadakan di semua gampong,” ujar Tgk Zulfadhli. 

Menurut Tgk Zulfadli, setelah diresmikan Tastafi Aceh Utara pada 2016, sampai sekarang Tastafi Aceh Utara terus mengadakan pengajian bulanan yang digilir di setiap kecamatan dengan mendatangkan ulama dan pimpinan dayah ternama. 

Dalam pengajian tersebut dibagi dua sesi. Pertama pengajian dengan kitab yang sudah dijadwalkan dan kemudian sesi tanya jawab untuk umum, sehingga masyarakat dapat menanyakan apapun tentang persoalan agama yang belum dipahami. 

“Alhamdulillah jamaah yang hadir untuk mengikuti pengajian yang kita adakan bulanan tersebut selalu ramai, capai ribuan jamaah,” ujar Tgk Zulfadli. Selain itu, Tastafi di tingkat kabupaten juga memiliki agenda pengajian di luar yang dijadwalkan kabupaten. 

Selain itu kata Tgk Zulfadli, Tastafi Aceh Utara juga sudah membentuk Barisan Pemuda (Sabda) yang membantu menjaga ulama dan pelaksanaan setiap adanya pengajian atau kegiatan.

Untuk pelaksanaan kegiatan selama ini dibantu oleh donatur dan sumbangan dari sesama pengurus serta sumbangan dari masyarakat. 

Tastafi juga sudah masuk sekolah. Ada beberapa sekolah di Aceh Utara, saat ini sudah mengadakan pembelajaran Tauhid, Tasawuf dan Fiqih. 

“Pengajian ini kita lakukan selama ini untuk membentengi masyarakat dari aliran sesat, dan sesat tanpa aliran,” kata Tastafi. Karena itu, Tastafi Aceh Utara berharap dukungan dari semua pihak dan masyarakat agar ke depan pelaksanaan pengajian dapat terus dilaksanakan.(*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved