Breaking News

Video

VIDEO Melestarikan Budaya Endatu, Tradisi Teut Leumang di Tangse Pidie tak Lekang Digerus Zaman

Di Tangse, bagi warga yang mampu akan menyediakan 100 batang bambu leumang hasil patungan tiga kepala Keluarga (KK).

Penulis: Idris Ismail | Editor: Hari Mahardhika

Laporan Idris Ismail | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Tradisi Teut Leumang atau bakar lemang bagi warga pedalam Kabupaten Pidie di Kecamatan Tangse menjadi rutinitas saban tahun dalam memeriahkan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.  

Berbeda dengan kecamatan lainnya di Pidie, tradisi teut leumang dilakukan pada hari meugang dan bulan Ramadhan.

Di Tangse, bagi warga yang mampu akan menyediakan 100 batang bambu leumang hasil patungan tiga kepala Keluarga (KK).

Tokoh adat Gampong Blang Dhod, Kecamatan Tangse, Pidie, Tgk Idris Bin Tgk Gadeng (80) kepada Serambinews.com, mengatakan, tradisi Teut Leumang sudah berlangsung sejak masa ia kecil, bahkan jauh sebelumnya telah dilakukan secara massal oleh masyarakat Tangse pada setiap bulan maulid.

Menurut kakek tujuh cucu ini setiap tamu yang diundang untuk menghadiri kenduri maulid diberikan 'Buah tangan' atau oleh-oleh berupa satu batang leumang.

Sehingga menjadi kepuasan tersendiri bagi tamu luar Kecamatan Tangse yang menghadiri kenduri maulid di kawasan tersebut.

Adapun bahan pembuatan leumang berupa beras ketan, santan kelapa, garam, batang bambu buluh dengan ukuran satu ruas 50 sampai 60 Cm.

Menurut Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Pidie, Jamaluddin, budaya teut leumang di Kecamatan Tangse telah berlangsung selama ratusan tahun dan akan terus dipertahankan.

Sehingga generasi selanjutnya tidak melihat teut leumang sebagai kegiatan yang tabu atau aneh jika dilakukan.

Narator: Ardiansyah
Video Editor: Hari Mahardhika

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved