Breaking News:

Salam

Akhirnya, Naik Pesawat Tidak Perlu Lagi PCR

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian resmi menerbitkan Instruksi Mendagri atau Inmendagri Nomor 57 tahun 2021

Editor: bakri
For Serambinews.com
Muhammad Tito Karnavian 

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian resmi menerbitkan Instruksi Mendagri atau Inmendagri Nomor 57 tahun 2021. Melalui aturan terbaru ini, pemerintah mengubah ketentuan tes polymerase chain reaction atau PCR bagi penumpang pesawat. Sejak kemarin, pengguna moda transportasi udara yang sudah divaksin dua kali tak perlu lagi mengantongi syarat tes usap tersebut.

Sebelumnya, aturan perjalanan penumpang pesawat terbang tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019.

Pada aturan yang diperbaharui per 19 Oktober 2021, diatur bahwa syarat pelaku perjalanan domestik yang menggunakan pesawat terbang wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama. Selain itu, wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19.

Penumpang diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan. Aturan syarat perjalanan penumpang pesawat terbang ini berlaku baik bagi penumpang dengan vaksin dosis pertama maupun dosis kedua.

Sejak diterapkan Inmendagri No 53 itu berbagai kalangan pengguna jasa moda transportasi udara mengeluhkannya. Di media soal setiap hari kita bisa membaca dan melihat keluhan masyarakat mengenai kewajiban menunjukkan hasil tes PCR negatif Covid. Selain dari segi biaya yang sangat memberatkan, masyarakat juga merasa sangat repot melakukan tes PCR.

Karenanya, ketika Inmendagri No 57 yang meniadakan tes PCR bagi penumpang pesawat udara, maka masyarakat pasti menyambut gembira. Meskipun, dalam Inmendagri Nomor 57 yang mulai berlaku pada 2 November 2021 sampai dengan 15 November 2021, pelaku perjalanan pesawat udara yang sudah divaksin dua kali masih harus menunjukkan hasil antigen (H-1). Sedangkan  pelaku perjalanan yang baru divaksin satu kali tetap harus PCR (H-3).

Menurut Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, tes PCR memang tidak diperlukan sebagai syarat penerbangan karena syarat penumpang harus sudah divaksin juga diberlakukan. Selain itu, secara saintifik, risiko penularan Covid-19 di pesawat juga kecil karena perputaran sirkulasi udara dalam pesawat menggunakan hepa filter.

"Data menunjukkan, 1 kasus infeksi dari setiap 27 juta orang. Ini data sebelum vaksin menjadi syarat penerbangan dan ketika protokol belum menjadi kewajiban, apalagi sekarang. Jadi artinya, antigen untuk syarat penerbangan domestik itu sudah lebih dari memadai," ujar Dicky sebagaimana disiarkan beberapa media online.

Bahkan, di negara-negara yang vaksinasinya sudah lebih dari 50 persen jumlah penduduk, juga sudah tidak memberlakukan antigen untuk syarat penerbangan. Dicky menyebut kebijakan pemerintah yang berubah-ubah ini masih bisa dimaklumi mengingat situasi pandemi yang penuh perubahan.

"Selama itu merespons sesuatu yang jauh lebih tepat berbasis sains dan juga strategi dalam konteks pengendalian pandemi, saya kira tidak menjadi masalah. Jangan sampai yang terjadi itu adalah ketika menyadari ada kebijakan yang belum tepat, tapi terus dipertahankan. Nah, itu yang berbahaya," ujar Dicky.

Inmendagri No 57 tahun 2021 itu kelihatannya memang bersifat coba-coba. Masa berlakunya cuma dua pekan, yakni sejak 2 November hingga 15 November 2021. Artinya jika dalam masa itu situasi pandemi semakin tidak mengkhawatirkan, maka bisa jadi Inmendagri itu dicabut lalu dikeluarkan Inmendagri baru yang memberi kelonggaran lebih besar lagi kepada masyarakat pengguna jasa pesawat terbang.

Agar virus Corona terus menghilang dari kehidupan kita, maka dalam masa yang masih pandemi ini, masyarakat tepa diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan serta menerima vaksin secara full atau dua dosis. Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved